SEBANYAK 121 atlet wushu (108 atlet taolu dan 13 sanda, Red) bakal bersaing di ajang Pekan Olahraga Kota (Porkot)
Medan 2013 yang dilangsungkan di GOR Samudera (nomor sanda) dan Padepokan Yayasan Kusuma Wushu Indonesia (nomor taolu), Jl Plaju, Jumat (11/10).<div><br></div><div>Ketua Panitia Pelaksana Porkot cabang olahraga wushu, Johan Tjongiran SH mengatakan 121 atlet berasal dari 16 kecamatan. Ke-121 atlet tersebut terdiri atas 108 atlet taolu (nomor seni gerak) dan 14 atlet sanda (nomor tarung).</div><div><br></div><div>"Jumlah peserta pada Porkot kali ini meningkat tajam dibanding pelaksanaan Porkot tahun lalu yang diikuti 59 atlet,” katanya.</div><div><br></div><div>Kontingen yang paling banyak menurunkan atletnya yakni kecamatan
Medan Area sebanyak 20 atlet, disusul kontingen
Medan Timur sebanyak 19 atlet, kemudian kecamatan
Medan Petisah 12 atlet. </div><div><br></div><div>Johan Tjongiran SH mengakui persaingan di cabang wushu memang akan berjalan sengit. Pasalnya PB Porkot 2013 telah mengeluarkan aturan kalau atlet peraih medali di PON 2012 tidak bisa turun di Porkot ini. </div><div><br></div><div>"Ini membuat kekuatan menjadi sama, karena atlet yang bersaing semuanya atlet baru, sehingga sulit memprediksi juaranya," ungkapnya.</div><div><br></div>