AKADEMI UTAMASIA AJUKAN DUKUNGAN PEMKO MEDAN, DORONG LIGA SEPAKBOLA USIA DINI BERBIAYA TERJANGKAU
Akademi Utamasia menegaskan komitmennya dalam membangun sepak bola Kota Medan melalui pembinaan usia dini.
AKADEMI UTAMASIA AJUKAN DUKUNGAN PEMKO MEDAN, DORONG LIGA SEPAKBOLA USIA DINI BERBIAYA TERJANGKAU
BOLAHITA - Akademi Utamasia menegaskan komitmennya dalam membangun sepak bola Kota Medan melalui pembinaan usia dini.
Namun, mereka menyadari pengembangan sepak bola tidak dapat dilakukan sendiri dan membutuhkan dukungan kompetisi terstruktur, infrastruktur memadai, serta lapangan berkualitas untuk menunjang perkembangan pemain.
Atas dasar itu, Akademi Utamasia melakukan audiensi dengan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas di Balai Kota Medan, Senin (9/2/2026). Pertemuan berlangsung dalam suasana silaturahmi sekaligus membahas rencana penyelenggaraan liga pembinaan usia dini dengan konsep biaya terjangkau.
SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee
Memasuki tahun kelima, Akademi Utamasia secara konsisten telah menggelar kompetisi sepak bola level grassroot mulai kategori usia 8, 10, 12, 14 hingga 16 tahun di sejumlah lapangan. Meski demikian, pihak akademi tidak ingin kompetisi tersebut berjalan tanpa dukungan fasilitas yang memadai.
Founder sekaligus Direktur Teknik Akademi Utamasia, Donny Fernando Siregar, menegaskan pihaknya menginginkan penyelenggaraan liga berjalan optimal, termasuk dari sisi kualitas lapangan. Karena itu, dukungan penggunaan lapangan berstandar, khususnya untuk kategori U-14 dan U-16, menjadi kebutuhan penting.
Hal tersebut menjadi salah satu alasan Akademi Utamasia mengajukan dukungan Pemerintah Kota Medan terkait penggunaan Lapangan Cadika sebagai venue Liga Utamasia.
View this post on Instagram
“Soal dana, kami cukup optimistis bisa mencari sponsor dari berbagai pihak. Kami berharap penggunaan lapangan yang bagus bisa didukung dan mendapat restu dari Pak Wali Kota,” ujar Donny.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas sambutan positif Wali Kota Medan terhadap rencana tersebut. “Kami bersyukur Pak Wali menerima kami dengan baik. Saya melihat beliau memiliki perhatian terhadap pembinaan sepak bola, khususnya usia dini dan pelajar,” tambahnya.
Donny menjelaskan, pertemuan tersebut juga bertujuan mempererat komunikasi dengan Pemerintah Kota Medan mengingat Akademi Utamasia berdomisili di kota tersebut. Selain itu, pihaknya tengah menggencarkan penyelenggaraan liga berbiaya murah namun tetap berkualitas.
Menurutnya, konsep liga ini berbeda dengan banyak kompetisi lain yang bergantung pada biaya peserta untuk operasional pertandingan. Ia menilai banyak sekolah sepak bola (SSB) dan klub usia dini di Medan memiliki keterbatasan dana sehingga kerap terbebani biaya kompetisi.
Karena itu, Akademi Utamasia ingin menghadirkan kompetisi yang lebih inklusif. Peserta hanya dikenakan biaya pendaftaran dan registrasi awal, sementara selama satu musim tidak ada pungutan tambahan.
“Kami ingin liga tetap murah dan berkualitas tanpa bergantung pada dana peserta. Harapannya, lebih banyak talenta muda bisa berkompetisi tanpa terkendala biaya,” jelas Donny.
Dalam pertemuan tersebut, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan juga meminta Akademi Utamasia menyerahkan jadwal penggunaan lapangan selama satu musim guna menyiapkan administrasi pemakaian Lapangan Cadika yang berada di bawah pengelolaan pemerintah daerah.
Akademi Utamasia berencana segera menyusun jadwal kompetisi secara lengkap agar tidak terjadi benturan penggunaan fasilitas dengan kegiatan lain. Liga pembinaan usia dini tersebut direncanakan mulai bergulir setelah Lebaran dengan kick-off perdana untuk kategori U-16.
What's Your Reaction?