3 PELATIH TIMNAS INDONESIA YANG TIDAK MENGANDALKAN TOP SKOR LIGA INDONESIA

Padahal, Indonesia sempat memiliki banyak penyerang tajam pada awal era 2000-an, seperti Budi Sudarsono, Bambang Pamungkas, Ilham Jaya Kesuma, Zaenal Arief, hingga Boaz Solossa.

Jan 22, 2026 - 10:51
Jan 22, 2026 - 10:51
 0
3 PELATIH TIMNAS INDONESIA YANG TIDAK MENGANDALKAN TOP SKOR LIGA INDONESIA
Shin Tae-yong pelatih Timnas Indonesia

BOLAHITA - Sebanyak tiga pelatih Timnas Indonesia tercatat pernah mengambil keputusan berani dengan tidak mengandalkan top skor Liga Indonesia.

Padahal, Indonesia sempat memiliki banyak penyerang tajam pada awal era 2000-an, seperti Budi Sudarsono, Bambang Pamungkas, Ilham Jaya Kesuma, Zaenal Arief, hingga Boaz Solossa.

Menariknya, meski beberapa nama tersebut berstatus sebagai top skor Liga Indonesia, mereka justru tidak selalu menjadi pilihan utama, bahkan ada yang sama sekali tidak dipanggil ke Timnas Indonesia.

SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee

Alasan utamanya beragam, mulai dari perbedaan gaya bermain hingga ketidaksesuaian dengan sistem yang diinginkan pelatih. Berikut tiga pelatih Timnas Indonesia yang pernah mengabaikan top skor Liga Indonesia:

1. Ivan Kolev
Ivan Kolev dua kali menangani Timnas Indonesia, yakni pada periode 2002–2004 dan 2007. Keputusan mengejutkan diambilnya saat memimpin Timnas Indonesia pada Piala AFF 2002.

Kolev memilih tidak memanggil Ilham Jaya Kesuma, yang kala itu berstatus sebagai top skor Liga Indonesia 2002. Penyerang Persita Tangerang tersebut mencetak 26 gol dari 29 pertandingan sepanjang musim.

Sebagai gantinya, Ivan Kolev justru mengandalkan nama-nama lain seperti Bambang Pamungkas, Gendut Doni, Budi Sudarsono, dan Zaenal Arief untuk mengisi lini depan Timnas Indonesia.


2. Benny Dollo
Nama berikutnya adalah Benny Dollo. Saat menukangi Timnas Indonesia jelang Piala AFF 2008, ia mencoret Boaz Solossa dari skuad yang dipersiapkan untuk turnamen dua tahunan tersebut.

Padahal, Boaz tengah berada dalam performa terbaik dan akhirnya finis sebagai top skor Liga Super Indonesia 2008–2009 dengan torehan 28 gol dari 31 pertandingan.

Benny Dollo kala itu menegaskan bahwa setiap pelatih memiliki pendekatan dan sistem permainan yang berbeda.

“Keinginan pelatih memang berbeda-beda satu sama lain. Sebab, setiap pelatih memiliki sistem yang berbeda-beda,” ujar Benny Dollo terkait keputusannya mencoret Boaz Solossa.

3. Shin Tae-yong
Pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, juga beberapa kali tidak mengandalkan top skor Liga Indonesia 2021–2022, Ilija Spasojevic, penyerang berdarah Montenegro.

Shin Tae-yong sempat memanggil Spasojevic untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia, namun tidak menjadikannya sebagai pilihan utama.

“Ilija Spasojevic sempat saya panggil beberapa kali untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia. Saat ini, performa Spasojevic di Liga 1 cukup baik,” kata Shin Tae-yong pada Oktober 2021.

Namun, Shin menilai gaya bermain Spasojevic tidak sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan tim. “Pergerakan yang saya inginkan dengan gaya permainan itu berbeda. Ia juga sudah berumur. Saya mengakui kemampuan Ilija Spasojevic,” lanjutnya.

Meski demikian, Shin Tae-yong akhirnya tetap memanggil Ilija Spasojevic untuk memperkuat Timnas Indonesia di Piala AFF 2022. Namun, pada turnamen tersebut Spasojevic lebih sering berperan sebagai pelapis bagi Dendy Sulistyawan.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow