FUTSALHITA - Kompetisi profesional dan amatir terhenti. Ajang internasional juga ditangguhkan, bahkan sampai dibatalkan.
Bukan hanya pemain, pelatih, staf, ofisial, wasit futsal juga kena imbasnya. Karena profesi wasit sangat bergantung dengan pertandingan. Kalau tidak ada pertandingan, wasit tidak ada kegiatan.
Paling-paling berlatih menjaga kebugaran fisik, supaya tidak kedodoran ketika aktivitas kembali normal. Termasuk kegiatan futsal bisa berputar seperti rutinitas sehari-hari.
Dua wasit futsal internasional yang dimiliki Indonesia, juga merasakan efek dari pandemi COVID-19. Mereka adalah Windy Agustina Putra dan Wahyu Wicaksono.
Sebagai wasit futsal yang sudah memegang lisensi FIFA, sudah hampir setahun ini tidak ada penugasan ke panggung internasional. Baik kompetisi klub maupun timnas.
Lebih sepi lagi karena Liga Futsal Profesional 2020 ikut ditangguhkan. Sedih dan kecewa, tetapi apa mau dikata. Karena semua harus mengutamakan kesehatan dan keselamatan.
"Saya pernah tugas di AFF Club Championship 2019 di Thailand. Sebelumnya pernah ke Urmiya, Iran, pada 2019. Waktu itu tugas di pertandingan kualifikasi AFC Futsal Championship 2020," kata Wahyu Wicaksono yang terdaftar sebagai wasit futsal dari Asprov PSSI DIY itu.
"Saat AFF Club dan AFF Championship 2018 di Yogyakarta, saya juga dapat tugas memimpin pertandingan," Wahyu Wicaksono, menambahkan.
Hal berbeda disampaikan Windy Agustina Putra. Ia mengaku belum sempat dapat penugasan internasional. Karena keburu COVID-19 melanda.
"Saya baru dapat lisensi wasit futsal FIFA pada 2020. Tahunnya pandemi COVID-19, yang akibatnya belum dapat pengalaman tugas di pertandingan internasional," kata Windy kepada SatuIna.
Beruntung aktivitas mereka tidak sepenuhnya berhenti. Masih ada pekerjaan sehari-hari di luar futsal yang dijalani.
"Saya guru di SMK TKM Teknik Purworejo. Mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris," kata Wahyu Wicaksono yang memang berdomisili di Purworejo itu.
"Karena untuk Asprov saya ikut DIY, jadi kalau ada kegiatan di sana paling pergi-pulang dari Purworejo, perjalanan sekitar 2 jam," ujarnya.
Sementara Windy juga berprofesi sebagai guru. Saat pandemi ini kadang tetap ke sekolah untuk bertemu guru-guru lain. Tapi pembelajaran masih daring.
"Saya mengajar di SMA Negeri Rancakalong. Mengajar pendidikan jasmani dan kesehatan," tutur Windy.
Terdekat dua wasit ini berharap bisa dapat penugasan untuk memimpin pertandingan di lanjutan Liga Futsal Pro 2020 yang rencananya diselenggarakan di Yogyakarta.
Harapan itu sangat tinggi karena mereka sudah rindu untuk memimpin pertandingan futsal. "Semoga lanjutan liga pro bisa benar-benar terlaksana," ucap mereka kompak