Antara Moyes, Kustiono dengan PSMS Medan

Antara Moyes, Kustiono dengan PSMS Medan

Apr 23, 2014 - 15:25
 0
Antara Moyes, Kustiono dengan PSMS Medan
Kustiono pelatih PSMS Medan 2014
Inilah yang dilakukan klub Manchester United. Mereka mengambil keputusan memecat manajer David Moyes.

Catatan Ringan - BOLAHITA

Putus kontrak dilakukan karena merosotnya performa Setan Merah musim ini. Sulit menang, seperti itulah yang dirasakan GGMU. Tak mampu menembus level liga eropa, fans MU pun mengalirkan kritik. Meskipun diganti, statistik Moyes bersama Wayne Rooney dkk lebih baik dari Ferguson.

Berdasarkan bleacherreport (22/4), Moyes memiliki raihan poin lebih tinggi ketimbang Ferguson pada 29 laga pertamanya bersama United. Sir Alex Ferguson mulai menukangi Setan Merah pada musim 1986/1987 silam. Pada 29 laga awal, Ferguson hanya mampu mengemas 43 poin dengan 11 kemenangan, 10 imbang dan 8 kekalahan. Sementara itu Moyes mampu mengemas 48 poin dengan meraih 14 kemenangan, 6 imbang dan menelan 9 kekalahan. Pemecatan David Moyes ini terbilang sangat cepat, karena hanya dalam waktu 9 bulan, mantan manajer Everton ini langsung dinilai gagal melatih MU. Namun demi perubahan yang lebih baik, sikap yang dikeluarkan. Memecat Moyes.

Kondisi yang serupa juga dialami PSMS Medan. Dalam tiga laga terakhirnya, tim berjuluk Ayam Kinantan belum juga mengantungi kemenangan. Kalah dari Persiraja Banda Aceh (1-0) dan PSAP Sigli. (2-1) dan justru bermain draw dengan PS Kwarta (0-0) di Stadion Teladan. Keputusan cepat, baru harus segera diambil.

Perubahan atau degradasi


Tak ada pesta suporter, tak ada ekspresi menyenangkan sepulang dari Stadion Teladan kemarin. Pasca menyaksikan langsung PSMS bermain, fans Ayam Kinantan tertunduk lesu. Bukan hanya karena gagal mendapatkan kado ulangtahun ke-64. Kualitas permainan dianggap tak dapat memberikan keyakinan.

Putaran pertama belum selesai, namun fans sudah menilai. Tahun ini adala musim terburuk PSMS Medan. Dominasi pemain debutan yang belum layak berbaju hijau-hijau sangat kental. Setelah melihat langsung performa Nico Malau dkk kemarin, sulit rasanya untuk optimis.

Masih banyak pemain yang hanya berlari kencang ketika dengan bola. Pemain senior seperti Enjang tanpa kontribusi. Selebihnya, kita tak dapat melihat apapun darisana. Belum mencetak gol dan sudah kebobolan tiga gol. Namun dengan materi yang ada, ini adalah hasil yang pantas tentunya. Moyes seperti Kustiono. Ini harus dilakukan.

Jika dibandingkan dengan musim 2012/2013, torehan Suimin Diharja mengumpulkan poin masih lebih baik. Terlepas kandang atau tandang, dalam tiga pertandingannya, pelatih kampung ini mengantungi 4 poin (memasukan 6, kemasukan 6 gol juga). Jika situasi PSMS tidak segera diperbaharui, sinyal kehancuran enggak pergi. Tanda-tanda kiamat menuju Liga Nusantara semakin mendekat. PSMS dalam bahaya. 

Bila tak ingin melihat PSMS terjun bebas ke amatir, fans, suporter harus bergerak. Tanpa kepentingan apapun, kritik sudah pantas dilontarkan. #save PSMS. Mulai dari kualitas pemain, persoalan tunggakan gaji, profesional klub hingga dimana simbol kebesaran PSMS harus dihembuskan. Kalau bukan kalian, siapa lagi yang perduli.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow