Bertahan di Liga 1, PSS Butuh Dana Besar

Bertahan di Liga 1, PSS Butuh Dana Besar

Dec 16, 2018 - 08:22
 0
Bertahan di Liga 1, PSS Butuh Dana Besar
Mantan manajer operasional PSS Sleman Yohanes Gustan Ganda optimistis PSS bisa bertahan di Liga 1. Namun PSS membutuhkan dana yang besar untuk bersaing di kasta tertinggi.

BOLAHITA.ID, SLEMAN - Tidak mudah bagi PSS Sleman bila ingin bertahan di Liga 1. Hal paling jelas adalah kebutuhan dana yang dipastikan membengkak bisa minimal tiga sampai empat kali lipat. Bila di Liga 2, kebutuhan dana PSS bisa jadi antara 8-10 miliar rupiah. Namun bila dana klub hanya bertambah menjadi Rp15 miliar, maka PSS akan sulit bersaing di kasta tertinggi.

Bagaimana tidak, untuk mendapatkan satu pemain asing saja, nilai kontraknya bisa menembus Rp1 miliar. Padahal kebutuhan pemain asing menjadi hal yang mutlak saat tim berkompetisi di kasta tertinggi.

"Angka Rp15 miliar bagi tim Liga 2 tentu sangat besar. Tetapi bagi tim Liga 1, itu belum apa-apanya. PSS jelas membutuhkan dana yang lebih besar. Pasalnya, PSS harus memiliki skuat yang sudah pasti lebih kuat untuk menghadapi persaingan yang sangat ketat. Harga pemain tentu relatif lebih tinggi. Belum pemain asing yang harus didatangkan," kata Yohanes Gustan Ganda, mantan manajer operasional PSS.

Gustan menyambut gembira keberhasilan PSS promosi ke Liga 1. Bahkan mereka tampil menjadi juara Liga 2. Ini untuk kali pertama sejak 2007 PSS bisa kembali ke kasta tertinggi. Hanya, dia berharap manajemen PSS sudah harus mempersiapkan diri untuk bersaing di Liga 1.

"Saya bangga karena PSS bisa berhasil promosi. Hal yang tidak pernah saya lakukan saat menjadi manajer operasional. Padahal, saat itu, kami juga sangat berharap bisa promosi," ujarnya.

BACA JUGA : Bolahita.id/Bolahita/Aktivitas-Semen-Padang-Berhenti-Sejenak" title="" target="">Aktivitas Semen Padang Berhenti Sejenak, Bolahita.id/Bolahita/Kapasitas-Stadion-Markas-PSS-Akan-Berkurang" title="" target="">Kapasitas Stadion Markas PSS Akan Berkurang, Bolahita.id/Bolahita/Barito-Putera-Isyaratkan-Pakai-Pemain-Asing-Baru" title="" target="">Barito Putera Isyaratkan Pakai Pemain Asing Baru

"Tetapi saya juga ingin manajemen sudah mempersiapkan diri. Mungkin selama tiga musim sebelumnya PSS selalu gagal promosi karena manajemen merasa masih belum siap. Tetapi bila sudah promosi berarti mereka sudah siap. Saya dan tentu saja, suporter, tidak ingin PSS kembali terdegradasi," ujar Gustan yang tetap memberi dukungan kepada PSS meski tak lagi terlibat di manajerial maupun kelompok suporter, Slemania.

Gustan sendiri terlibat aktif sebagai suporter PSS sejak 2000. Dari keterlibatan di suporter, dia kemudian masuk jajaran manajemen pada 2012-2014.

"Saya pernah merasakan bagaimana klub mendapat suntikan dari APBD dan kemudian tidak lagi ada dukungan dari APBD. Saat klub harus sepenuhnya mandiri, kami pernah memiliki dana hanya Rp3 miliar untuk mengikuti kompetisi. Ini tentu angka yang kecil," tuturnya.

Menurut dia bila tim berlaga di Liga 1, berarti harus ada konsekuensi seperti kenaikan harga tiket pertandingan. Pasalnya pemasukan dari tiket menjadi salah satu sumber keuangan klub yang sangat penting. Bahkan tidak menutup kemungkinan harga tiket VIP bisa mencapai Rp100 ribu. Sedangkan tribun utara dan selatan bisa berubah menjadi Rp50 ribu.

"Bisa saja harga tiket mengalami kenaikan. Tetapi kita juga harus melihat bagaimana pendapatan dari penduduk Sleman," katanya.

Manajer operasional PSS Rumadi mengakui bila kebutuhan dana klub bakal melonjak dibandingkan saat berkompetisi di Liga 2. Namun dia belum bisa memastikan apakah harga tiket akan dinaikkan di musim depan saat tim bermain di Liga 1.

"Kebutuhan dana tentu bertambah besar. Terkait tiket, saya belum bisa memastikan apakah harganya akan dinaikkan. Yang jelas, kami harus bisa mendapatkan pemasukan dari sponsor, tiket dan yang lain," ujar Rumadi.

Ditegaskannya kesempatan PSS untuk naik kasta tidak akan disia-siakan. Rumadi memastikan PSS harus bisa bertahan di kasta tertinggi. Apalagi sudah lama tidak ada tim DI Yogyakarta yang berkompetisi di Liga 1.

Setelah mengakhiri Liga 2, saat PSS fokus di Piala Indonesia. Di babak 64 besar, mereka bertemu tim Liga 3, Persibara Banjarnegara.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow