Didepak dari Ayam Kinantan, Ini Jawaban Al Hadji

Didepak dari Ayam Kinantan, Ini Jawaban Al Hadji

Aug 17, 2019 - 13:31
 0
Didepak dari Ayam Kinantan, Ini Jawaban Al Hadji
Pemain bertahan naturalisasi PSMS Medan, Mohamadou Al resmi tak diperpanjang kontrak kerjanya
BOLAHITA, MEDAN - Pemain bertahan naturalisasi PSMS Medan, Mohamadou Al resmi tak diperpanjang kontrak kerjanya. Kiprahnya bersama tim berjuluk Ayam Kinantan terhenti sampai putaran pertama saja.

Dan Al Hadji sendiri sebenarnya sudah merasakan tak akan lama lagi bergabung di PSMS, pasca ditinggal Abdul Rahman Gurning - pelatih PSMS Medan dalam laga terakhir menghadapi Persiraja Banda Aceh.

“Sudah tahu kemarin kan sudah tidak dibawake Aceh, sudah mulai masuk sosmed juga, ya udah,” kata Al Hadji saat ditemui di Mes PSMS, Jumat (16/8/2019) sore.

Meski begitu, Al Hadji tak terlalu sedih, karena sudah menerima informasi tentang enam klub yang tertarik padanya. “Kalau sekarang ada enam klub, empat dari Liga 2 dan Liga 1, mereka (klub-klub) minta konfirmasi. Kalau cuma keluar-keluar tanpa konfirmasi tnpa surat, enggak percaya. Jadi ini aku ambil sekarang (suratnya),” ucap Al Hadji.

“Aku belum bisa kasih nama, karena profesional. Doa saja, saya biar ada rezeki buat keluarga. Aku masih lihat klub yang negonya lebih baik ke depan yang butuh jasa saya, mungkin Senin bisa konfirmasi kemananya (pilihan klubnya),” Al Hadji.

Al Hadji yang akran dipanggil dengan sebutan Papa ini tak mau mempersoalkan dengan pencoretan dirinya di PSMS Medan. Menurutnya itu menjadi hal lumrah bagi pesepakbola.

“Biasa, bukan pertama kali aku dikeluarin dari tim. Yang penting aku tenang di sini. Karena walapun aku berhenti di tim ini aku bawa puncak tim ini ke puncak klasemen. Aku delapan kali main 1 kali kalah, 4 kali menang, dua kali seri. Hanya satu kali kalah doang. Aku main tiga kali di luar sekali draw, pretasi luar biasa, tapi ahamdulillah. Yang penting kita sehat. aku tetap doakan tim ini targetnya baik. In sya Allah sesuai target,” bebernya.

Satu hal yang sulit dilupakan Al Hadji dari Medan adalah, perlakukan suporter. “Aku baru pertama kali kenal suporter kayak di Medan karena biasanya kalau tim kalah suporter marah atau bikin hal yang tidak-tidak. Tapi pertama kita kalah lawan Cilegon di kandang, suporter enggak marah. Mereka tetap kasih semangat. Itu suporter yang bisa bikin sepak bola maju. Kadang suporter lain yang tidak aku sebut nama, kadang tim menang rusuh, kadang kita lapangan enggak tahu harus gimana. Mudah-mudahan (PSMS) ke depan lebih baik. Insya Allah mudah-mudahan target tercapai,” pungkasnya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow