BOLAHITA, MEDAN - Diminta segera mundur dari kepengurusan melalui spanduk dan nyanyian suporter selama game
PSMS versus Persipura Jayapura, Kamis (12/7/2018) malam di Stadion Teladan, Julius Raja tetap tenang.
Bahkan saking kesalnya, suporter nekad menyalakan flare. Padahal,
PSMS sudah dua kali didenda karena ulah supoter dan penonton. Dan, bisa ditebak jika ketiga kali disanksi,
PSMS terancam tak bisa bertanding di Teladan.
Namun adalah nyanyian dan teriakan suporter yang paling dominan dalam 90 menit pertandingan. Lalu bagaimana komentar King soal ini?
"Ya, tahu saya, dibilang King A***. Perasaan saya sedih. Skuad yang main, yang menentukan pemain pelatih, yang jadi korban saya. Tunjukkan kesalahan saya dimana, kalau ada yang bisa, silahkan lapor ke Pak Edy (Rahmayadi), Pak Kodrat. Hari ini juga saya keluar dari PSMS," kata Julius Raja, Jumat (13/7).
Julius Raja malah menilai ada seseorang di balik suara-suara sumbang tersebut. "Jangan orang antipati, kayak pesanan sponsor, supaya saya tidak di
PSMS lagi. Ini persoalan iri dengan saya," ucap Julius Raja.
"Saya tidak digaji di PSMS. Udah gitu dimaki. Capek juga saya. Terkadang saya tinggalkan pekerjaan saya di Kantor Pajak. Masih cukup penghasilan saya dari kantor, walaupun enggak digaji di PSMS. Kadangpun koyak (keluar duit) juga untuk keperluan PSMS," kata Julius Raja.
Lalu mengapa masih mau di PSMS? "Itulah pengorbanan. Dikira orang, ngapain saya bela-bela di
PSMS ini macam digaji. Enggak digaji saya, sumpah demi apapun. Ini hanya kecintaan saya, karena sudah dibesarkan PSMS," Julius Raja