Divisi Utama Bukan Tarkam

Divisi Utama Bukan Tarkam

Jul 4, 2013 - 01:04
 0
Divisi Utama Bukan Tarkam
Irwin Ramadana dkk ketika mencoba melakukan mediasi ke kediaman Indra Sakti
Ketua umum PSMS Indra Sakti Harahap sudah tak bisa dipercaya. Pemain, pelatih dan official tak habis pikir dengan Indra yang mengaku hanya punya hutang 1 bulan gaji. <div><br></div><div>Padahal dalam kontrak legal yang sudah ditandatangani kedua belah pihak, mulai dari Desember, Januari, Februari, Maret (putaran pertama), lalu April, Mei dan Juni untuk putaran kedua dan Juli, Agustus dan september sisa kompetisi yang tidak dijalani. </div><div><br></div><div>Pemain hanya baru sekali menerima pembayaran di 15 Januari lalu dan itupun tidak full. Sedangkan pelatih dan official tim sama sekalit tidak pernah. </div><div><br></div><div>"Jadi kalau dia (Indra Sakti, Red) bilang hanya satu bulan, berarti perhitungan dia bukan dari kontrak sah. Jadi acuan dia darimana? Apa liga Divisi Utama ini tarkam, yang kerja dulu baru dibayar. Kontrak tim kan sesuai dengan di Buku Manual Liga Divisi Utama. Musim Divisi Utama lalu bersama Hendra DS juga sama kontraknya kok, beres tanpa ada seperti ini. Jadi jelas, hitungan Indra itu suka-suka, bukan sesuai kontrak," ujar Fityan Hamdy sekretaris tim.  </div><div><br></div><div>PSMS Medan sendiri sejak Desember telah fokus menggelar persiapan di Stadion Kebun Bunga.</div><div><br></div><div>Rasa kesal terhadap sikap Indra Sakti yang acap kali berbohong datang dari Herman Batak. Kiper PSMS Medan ini tidak menerima cara perhitungan yang demikian. </div><div><br></div><div>"Kalaulah dia yakin hanya memiliki utang 1 bulan, kenapa tidak berani bertemu dengan semua tim? Datanglah dengan gentle, kenapa harus bersembunyi dan minta perwakilan. Kita inikan tim," tegas Herman Batak.  </div><div><br></div><div>Begitu juga soal ademdum ataupun rasionalisasi gaji. Selama berada di PSMS putaran pertama, dirinya belum pernah dipanggil membicarakan soal itu. </div><div><br></div><div>"Secara khusus, saya dan pemain lain belum pernah dipanggil. Saat menerima uang pertama itu tanggal 15 Januari lalu. Indra hanya bilang uang kita belum cukup. Ini dulu, nanti kalau ada uang, baru dibayarkan kembali sisanya. Jadi tidak ada soal rasionalisasi. Indra jangan terus membohongi kami bahkan media juga," bilang Herman lagi.(Bolahita) </div>

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow