Julius Raja: Indra Jangan Adu Domba

Julius Raja: Indra Jangan Adu Domba

Julius Raja: Indra Jangan Adu Domba
Aksi damai akhirnya dilakukan pemain PSMS saat hendak bertanya soal gaji
<div>Statement Indra Sakti Harahap yang mengatakan adanya skenario menjatuhkan kepengurusannya dianggap kebohongan besar. Pengurus ataupun manajemen PSMS LPIS sama sekali tak pernah berkomunikasi dengan Alamsyah Nasution dkk soal itu. </div><div><br></div><div>"Wah jangan mengadu domba Indra itu. Uda tidak bertanggungjawab dengan pemainnya, sekarang malah memecah belah. Apa pula urusan kami masuk ke pengurusan. Kami hanya perduli dan prihatin melihat pemain yang ditelantarkan di Jakarta. Sekarang coba tanya pemain mereka, apa kami ada menyuruh mereka ke Jakarta? Atau tanya juga apa pengurus atau Indra Sakti pernah menghubungi mereka selama di Jakarta?," kata Julius Raja asisten manajer PSMS LPIS.</div><div><br></div><div>Menurut King - panggilan Julius Raja, Indra harus kembali ke sikap awalnya, yakni janji mundur jika di tahun pertama gagal. "Dia memang terlalu banyak janji kepada banyak orang, ya inilah akibatnya. Makanya sudah tidak ada yang percaya sama dia. Termasuk pemain dan kepengurusannya sendiri. Sudah gagal di tahun pertama, ya mundurlah," ujar King yang juga menjadi ketua save PSMS untuk musim depan.</div><div><br></div><div>"Tapi kami tak mau pusinglah dengan sikap Indra yang memang begitu. Kami bersama 40 klub akan segera membahas dan membuat mandat pencabutan ketua Indra Sakti dan Benny Sihotang," tambahnya.</div><div><br></div><div>Ke-11 pemain sendiri ketika dikonfirmasi mengaku tak pernah dihubungi Indra Sakti. Sejak putaran pertama hingga mengadukan nasib ke Jakarta, ketum tanpa komunikasi. </div><div><br></div><div>"Waduh, datang ke mess aja enggak pernah. Apalagi telepon kami. Masa ada orang baik yang perduli sama keinginan kami untuk pulang ke Medan ditolak. Mereka (PSMS LPIS, Red) melalui coach Edy Syahputra hanya bilang tiket pulang kami yang belikan. Itu saja, ngak ada yang lain. Wong kami berjuang demi hak kami, kok harus disetir orang lain. Aneh ," ujar Irwin Ramadhana. (Bolahita)</div>