ATLET KICKBOXING VIONA AMALIA UNGKAP DUGAAN KEKERASAN SEKSUAL, TEMPUH JALUR HUKUM

Atlet kickboxing nasional, Viona Amalia Adinda Putri, memutuskan mengungkap dugaan kekerasan seksual yang dialaminya. Langkah tersebut diambil dengan harapan kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan olahraga.

Mar 17, 2026 - 11:25
Mar 17, 2026 - 11:26
 0
ATLET KICKBOXING VIONA AMALIA UNGKAP DUGAAN KEKERASAN SEKSUAL, TEMPUH JALUR HUKUM
Atlet kickboxing nasional, Viona Amalia Adinda Putri memutuskan untuk mengungkap dugaan kekerasan seksual yang dialaminya.(foto:IG/Viona Amalia)

ATLET KICKBOXING VIONA AMALIA UNGKAP DUGAAN KEKERASAN SEKSUAL, TEMPUH JALUR HUKUM

BOLAHITA, SUMUTJUARA - Atlet kickboxing nasional, Viona Amalia Adinda Putri, memutuskan mengungkap dugaan kekerasan seksual yang dialaminya. Langkah tersebut diambil dengan harapan kejadian serupa tidak kembali terjadi di lingkungan olahraga.

Viona mengaku keputusan tersebut tidak mudah karena sejak awal diliputi rasa malu dan takut untuk berbicara. Ia sempat menempuh jalur internal dengan melaporkan kasus tersebut kepada Pengurus Pusat Kickboxing Indonesia (PP KBI).

“Saya sudah buat pengaduan bersurat ke PP KBI, lalu saya juga terus melakukan follow-up lewat WhatsApp dan telepon sampai akhirnya dibentuk tim kode etik,” ujar Viona.

SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee.

Namun, proses tersebut dinilai tidak memberikan perlindungan yang diharapkan. Karena itu, ia akhirnya membawa kasus tersebut ke ranah hukum dengan melaporkan terduga pelaku ke pihak kepolisian. Sebelumnya, laporan juga telah disampaikan ke KONI daerah.

Peristiwa yang dilaporkan disebut terjadi saat Viona menjalani masa latihan intensif. Dalam kondisi fokus mempersiapkan diri sebagai atlet, ia mengaku mengalami perlakuan tidak pantas dari pelaku.

Viona menyebut pada awalnya ia memilih jalur internal karena merasa malu dan belum memiliki keberanian untuk terbuka sebagai korban.

“Jujur awalnya saya malu dan tidak punya keberanian. Makanya saya hanya lapor secara internal saja secara prosedur,” katanya.


Dalam proses pelaporan ke kepolisian, Viona mengaku menjalaninya tanpa pendamping kuasa hukum. Ia menyebut langkah tersebut sebagai bentuk menjaga harga diri sekaligus memperjuangkan keadilan.

Lebih lanjut, Viona berharap pengalamannya dapat menjadi pelajaran bagi atlet perempuan lain agar berani menjaga diri dan tidak ragu melapor jika mengalami hal serupa.

“Saya minta tolong kepada atlet perempuan untuk jaga diri masing-masing. Jangan ragu untuk melapor. Mungkin kejadian seperti ini banyak, tapi jarang yang mau bicara,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa prestasi olahraga tidak boleh diraih dengan mengorbankan harga diri dan martabat.

“Jangan pernah menukar prestasi dengan harga diri dan martabat kalian,” tegasnya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow