PSMS Medan Hanya Cetak 1 Gol di Piala Presiden 2026, Eko Purdjianto Beberkan Dua PR Besar Jelang Championship
Dari tiga pertandingan di Grup B, tim berjuluk Ayam Kinantan hanya mampu mencetak satu gol dan kebobolan tujuh kali
BOLAHITA.ID, MEDAN – PSMS Medan menutup kiprahnya di Piala Presiden 2026 tanpa satu pun kemenangan. Dari tiga pertandingan di Grup B, tim berjuluk Ayam Kinantan hanya mampu mencetak satu gol dan kebobolan tujuh kali.
Meski hasil tersebut jauh dari harapan, Pelatih PSMS Medan Eko Purdjianto menilai turnamen pramusim itu memberikan banyak pelajaran penting sebagai bekal menghadapi kompetisi Championship 2026/2027.
SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee
PSMS mengawali turnamen dengan kekalahan 0-2 dari Port FC, kemudian takluk 0-1 atas Persebaya Surabaya, sebelum menutup fase grup dengan kekalahan telak 1-5 dari Persija Jakarta. Satu-satunya gol PSMS sepanjang turnamen dicetak oleh Ihsan.
Menurut Eko, Piala Presiden bukan sekadar ajang mencari kemenangan, melainkan momentum untuk mengukur kesiapan tim, memberikan menit bermain kepada pemain, sekaligus menyempurnakan skema permainan.
"Ini bagian dari pra-season. Kami melihat sejauh mana kondisi pemain, menit bermain, pemantapan tim secara taktikal, sekaligus mencari pemain-pemain terbaik untuk kompetisi nanti. Memang kami belum bisa mendapatkan poin, tetapi inilah manfaat dari pra-season," ujar Eko.
Lini Depan PSMS Medan Jadi Sorotan
Mantan asisten pelatih Persis Solo itu mengungkapkan, persoalan utama PSMS selama tampil di Piala Presiden 2026 adalah rendahnya produktivitas lini depan.
Dalam tiga pertandingan melawan tim-tim dengan kualitas di atas mereka, PSMS hanya mampu mencetak satu gol. Kondisi tersebut menjadi fokus utama pembenahan sebelum kompetisi resmi dimulai.
"Pra-season ini sangat bermanfaat buat kami karena bisa melihat kekurangan yang harus diperbaiki, baik secara teknik maupun taktikal. Kami sudah mengetahui analisa kekurangan tim," katanya.
"Kami kemarin susah mencetak gol. Walaupun menghadapi tim-tim yang bagus, kami hanya bisa mencetak satu gol melalui Ihsan. Itu menjadi fokus kami untuk memperbaiki lini depan agar lebih produktif," sambungnya.
Kebobolan Tujuh Gol Jadi Evaluasi Besar
Selain tumpul di lini serang, sektor pertahanan juga menjadi pekerjaan rumah yang harus segera diselesaikan. Sepanjang fase grup, PSMS harus memungut bola dari gawangnya sebanyak tujuh kali.
Meski demikian, Eko tetap melihat perkembangan positif dari permainan anak asuhnya. Ia menilai para pemain mampu memberikan perlawanan, namun masih kalah dari segi kualitas, pengalaman, dan efektivitas penyelesaian peluang.
"Kalau menurut saya permainan kami tidak jelek. Lawan memang berada di atas level kami. Tetapi masih ada beberapa kekurangan yang harus kami perbaiki," jelasnya.
Piala Presiden Jadi Bekal Menuju Championship 2026/2027
Bagi PSMS Medan, hasil di Piala Presiden 2026 menjadi bahan evaluasi penting sebelum menghadapi Championship 2026/2027. Tim pelatih kini akan fokus membenahi efektivitas serangan, memperkuat organisasi pertahanan, serta mematangkan aspek taktikal agar Ayam Kinantan tampil lebih kompetitif saat kompetisi resmi bergulir.
Meski gagal meraih poin di turnamen pramusim, Eko Purdjianto optimistis pengalaman menghadapi klub-klub papan atas akan menjadi modal berharga bagi PSMS Medan untuk tampil lebih siap pada musim mendatang.
What's Your Reaction?