Wapres Gibran dan Bobby Nasution Pastikan Biaya Perawatan Korban Dugaan Keracunan MBG Ditanggung Pemerintah

Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau kondisi sejumlah siswa yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Jumat (11/9/2026).

Sep 12, 2026 - 01:41
Sep 12, 2026 - 01:43
 0
Wapres Gibran dan Bobby Nasution Pastikan Biaya Perawatan Korban Dugaan Keracunan MBG Ditanggung Pemerintah
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mendampingi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengunjungi korban dugaan keracunan MBG di Rumah Sakit Efarina Etaham dan Rumah Sakit Amanda, Jalan Lintas Desa Raya, Kabupaten Karo, Jumat (11/9/2026).

BOLAHITA.ID, KARO - Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Gibran Rakabuming Raka bersama Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau kondisi sejumlah siswa yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Jumat (11/9/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan para siswa mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik hingga pulih dan dapat kembali bersekolah. Pemerintah juga memastikan biaya pengobatan serta perawatan lanjutan para korban menjadi tanggung jawab pemerintah.

Gibran tiba di Rumah Sakit Efarina Etaham, Kabupaten Karo, dan disambut Gubernur Bobby Nasution, Bupati Karo Antonius Ginting, serta Direktur RS Efarina Etaham. Wapres kemudian mengunjungi satu per satu siswa yang menjalani perawatan di Ruang Karawang.

SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee

Para siswa tersebut merupakan korban dugaan keracunan MBG yang terjadi pada 13 Agustus 2026. Dalam kunjungan itu, Gibran dan Bobby juga berdialog dengan keluarga pasien untuk mendengarkan keluhan serta kebutuhan perawatan lanjutan.

Sejumlah orangtua menyampaikan harapan agar biaya pemeriksaan dan pengobatan lanjutan dapat ditanggung pemerintah, termasuk apabila anak mereka membutuhkan rujukan ke Medan atau Jakarta.

"Kedatangan saya kemari untuk memastikan anak bapak ibu bisa sembuh dan bersekolah kembali. Mendapatkan pelayanan kesehatan dan obat-obatan terbaik. Tadi saya datangi satu-satu, apa saja yang diperlukan. Apakah butuh rujukan ke Jakarta atau Medan, semua pasti kami penuhi," ujar Gibran.

Wapres juga menegaskan seluruh biaya pengobatan para siswa akan ditanggung pemerintah hingga mereka benar-benar sembuh.

"Tolong ini nanti Pak Gubernur, biayanya kita tanggung semua," tegasnya.

Menindaklanjuti arahan tersebut, Bobby Nasution langsung berkoordinasi dengan para orangtua siswa dan menanyakan kondisi kesehatan anak-anak mereka. Gubernur juga menugaskan Kepala Dinas Kesehatan serta perangkat daerah terkait untuk segera menindaklanjuti berbagai keluhan yang disampaikan keluarga pasien.

Selain penanganan medis, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis siswa yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG. Pendampingan tersebut dinilai penting agar proses pemulihan tidak hanya berfokus pada kondisi fisik, tetapi juga kesehatan mental para siswa.

"Proses pemulihan para siswa tidak berhenti setelah mereka mendapatkan perawatan medis. Pemerintah tetap melakukan pendampingan untuk memastikan kondisi kesehatan dan psikologis mereka terus membaik," kata Bobby.

Salah seorang siswa, SV, mengaku masih mengalami sejumlah keluhan kesehatan, seperti sakit kepala, sesak, dan sakit perut. Pada Jumat (11/9/2026), ia menjalani pengobatan jalan di RS Efarina Etaham dengan biaya mandiri.

"Harapannya jaminan kesehatannya dipertanggungjawabkan. Memang kami memilih jalur untuk berobat mandiri," ungkapnya.

Usai meninjau pasien di RS Efarina Etaham, Gibran dan Bobby melanjutkan kunjungan ke Rumah Sakit Amanda, Jalan Lintas Desa Korpri, Berastagi, Kabupaten Karo. Di rumah sakit tersebut, keduanya menjenguk Agnesia Paruliana br Silitonga, salah satu siswi yang menjadi korban dugaan keracunan MBG.

Gibran kembali memastikan proses perawatan medis dan ketersediaan obat-obatan bagi para korban berjalan optimal. Ia juga memberikan pilihan kepada keluarga pasien terkait rujukan apabila dibutuhkan.

"Kita tadi sudah memastikan ini dengan Pak Gubernur untuk semua biaya akan ditangani oleh pemerintah. Kita juga memberikan opsi kepada keluarga apakah anak tersebut mau dirujuk, apakah dirawat di RS di Medan atau bisa juga di RS di Jakarta," ujar Gibran.

Setelah berdialog dengan keluarga dan tim medis serta meninjau kondisi pasien, Wapres Gibran bersama Gubernur Bobby Nasution melaksanakan Salat Jumat. Rangkaian kunjungan kerja di Kabupaten Karo kemudian ditutup dengan agenda kepulangan Wapres ke Jakarta.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow