Timnas Putri U-17 Indonesia Naik Level, Dari Clairefontaine Kini Bertarung di Kudus

Perjalanan Timnas Putri Indonesia U-17 dari pusat sepak bola elite di Clairefontaine, Prancis, menuju panggung pertandingan internasional di Kudus menjadi gambaran kesinambungan pembinaan sepak bola putri usia muda yang terus digenjot oleh PSSI.

Aug 21, 2026 - 23:27
Aug 21, 2026 - 23:27
 0
Timnas Putri U-17 Indonesia Naik Level, Dari Clairefontaine Kini Bertarung di Kudus
Timnas Putri Indonesia U-17

BOLAHITA.ID, MEDAN - Perjalanan Timnas Putri Indonesia U-17 dari pusat sepak bola elite Clairefontaine, Prancis, menuju panggung internasional di Kudus menjadi bukti kesinambungan pembinaan sepak bola putri usia muda yang terus didorong PSSI.

Setelah menjalani pemusatan latihan di Clairefontaine melalui kolaborasi PSSI dan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) pada 3-9 Mei 2026, para pemain muda Indonesia kini mendapat kesempatan menguji kemampuan di Caffino Srikandi Merdeka Cup 2026 yang berlangsung di Supersoccer Arena, Kudus.

Turnamen tersebut digelar pada 14-23 Agustus 2026 dan diikuti delapan tim dari tujuh negara Asia. Indonesia menurunkan dua wakil, yakni Garuda Pertiwi yang dilatih Timo Scheunemann dan Putri Nusantara di bawah asuhan Takumi Taniguchi.

Sementara itu, enam peserta lainnya berasal dari Malaysia, Thailand, Singapura, Hong Kong, Yordania, dan Arab Saudi.

Caffino Srikandi Merdeka Cup menjadi hasil kolaborasi PSSI bersama Bakti Olahraga Djarum Foundation. Ajang ini sekaligus menjadi bagian dari jalur pembinaan berjenjang yang menghubungkan kompetisi usia dini MilkLife Soccer Challenge, HYDROPLUS Soccer League, hingga level internasional.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai kesempatan tampil menghadapi tim-tim dari negara lain sama pentingnya dengan hasil pertandingan.

SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee

Menurutnya, turnamen internasional menjadi sarana untuk mengukur perkembangan pemain secara lebih menyeluruh. Tidak hanya dari aspek teknik dan taktik, tetapi juga pola hidup, sikap, mentalitas, serta kemampuan menghadapi tekanan dalam pertandingan.

"Hal ini membuktikan bahwa PSSI terus mendorong pengembangan timnas putri, baik di usia muda dan level timnas tanpa membedakan dengan para pemain putra. Dukungan PSSI hadir dalam bentuk pengalaman nyata di dalam dan luar negeri," ujar Erick Thohir di Jakarta, Kamis (20/8/2026).

Pengalaman Clairefontaine Jadi Modal Berharga

Pemain Garuda Pertiwi, Ayla Dva Khala Ahisma, mengapresiasi kesempatan yang diberikan kepada para pemain muda untuk merasakan pengalaman berlatih dan bertanding di level internasional.

Pemain jebolan MilkLife Soccer Challenge dan HYDROPLUS Soccer League itu menilai pengalaman menjalani latihan di Prancis dan tampil di Kudus memberikan pembelajaran yang saling melengkapi.

"Rasanya bangga sekali bisa mendapat kesempatan mewakili Indonesia di turnamen internasional. Setelah berlatih di Clairefontaine, sekarang kami bisa bertanding di Kudus melawan negara-negara Asia. Kami merasakan perhatian PSSI terhadap perkembangan pemain putri semakin besar," ujar Ayla.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi motivasi bagi para pemain untuk terus meningkatkan kemampuan dan membuktikan bahwa talenta muda Indonesia mampu berkembang.

"Pengalaman ini membuat kami ingin terus belajar, bekerja keras, dan membuktikan bahwa talenta muda Indonesia siap berkembang," sambungnya.

Ayla juga menilai kesempatan tampil di level internasional membantu pemain memahami tuntutan sepak bola dengan level persaingan yang lebih tinggi.

Selain itu, ia mengapresiasi sistem pembinaan berjenjang yang telah mempertemukan para pemain sejak kompetisi usia dini hingga mendapatkan kesempatan memperkuat tim nasional.

Dengan rangkaian pembinaan tersebut, perjalanan dari kompetisi usia muda, pemusatan latihan di pusat sepak bola seperti Clairefontaine, hingga tampil di turnamen internasional menjadi proses penting untuk membentuk generasi baru pesepak bola putri Indonesia.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow