Prichard Colón Meninggal Dunia, 11 Tahun Perjuangannya Setelah Cedera di Atas Ring

Petinju asal Puerto Rico, Prichard Colón, meninggal dunia pada usia 33 tahun setelah hampir 11 tahun hidup dengan dampak cedera otak serius yang dialaminya dalam sebuah pertandingan pada 2015.

Aug 15, 2026 - 21:20
Aug 15, 2026 - 21:20
 0
Prichard Colón Meninggal Dunia, 11 Tahun Perjuangannya Setelah Cedera di Atas Ring
ieves Melendez, kiri, dan Richard Colon merawat putra mereka, mantan petinju profesional Prichard Colon, di kamar tidurnya di rumah keluarga mereka. (foto: getty images/mistar)

BOLAHITA.ID- Dunia tinju kembali kehilangan salah satu sosok yang kisah hidupnya mengingatkan banyak orang tentang arti perjuangan. Petinju asal Puerto Rico, Prichard Colón, meninggal dunia pada usia 33 tahun setelah hampir 11 tahun hidup dengan dampak cedera otak serius yang dialaminya dalam sebuah pertandingan pada 2015.

Kabar duka tersebut disampaikan sang ayah, Richard Colón, melalui Facebook pada Kamis (13/8/2026). Hingga kini, penyebab spesifik meninggalnya Colón belum diumumkan.

Selama bertahun-tahun, keluarga menjadi tempat Colón bertahan dan menjalani hari-harinya. Richard mengatakan, keluarganya terus berusaha memenuhi keinginan sang putra, termasuk membawa Colón berlibur ke Puerto Rico. Namun, keinginan tersebut belum sempat diwujudkan.

SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee

Sebelum hidupnya berubah akibat cedera, Colón dikenal sebagai salah satu petinju muda dengan masa depan cerah.

Pada Oktober 2015, ia naik ring menghadapi Terrel Williams di Fairfax, Virginia. Saat itu, Colón datang dengan catatan sempurna, 16 kemenangan tanpa kekalahan, termasuk 13 kemenangan melalui knockout. Namun, pertandingan tersebut menjadi titik balik yang mengubah seluruh kehidupannya.

Dalam pertarungan itu, Colón beberapa kali menerima pukulan di bagian belakang kepala. Williams bahkan mendapat pengurangan satu poin pada ronde ketujuh karena melakukan pukulan ilegal atau rabbit punch.

Memasuki ronde kesembilan, Colón terjatuh. Pertandingan akhirnya berakhir dengan kekalahan Colón melalui diskualifikasi setelah terjadi kesalahpahaman di sudutnya. Yang terjadi setelah pertandingan jauh lebih memilukan.

Tak lama setelah meninggalkan ring, kondisi Colón memburuk. Ia muntah dan kemudian kehilangan kesadaran di ruang ganti sebelum dilarikan ke rumah sakit.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan adanya hematoma subdural, yakni perdarahan di sekitar otak. Colón kemudian menjalani operasi darurat untuk mengurangi tekanan pada otaknya.

Setelah itu, kehidupan Colón berubah sepenuhnya.

Ia menghabiskan 221 hari dalam kondisi koma. Ketika akhirnya sadar, ia mengalami kerusakan neurologis berat. Ia tidak lagi dapat berjalan maupun berbicara secara normal dan membutuhkan perawatan serta pendampingan sepanjang waktu.

Cedera tersebut sekaligus mengakhiri karier profesionalnya. Rekor Colón tercatat dengan 16 kemenangan dan satu kekalahan. Namun, perjalanan sebagai petinju profesionalnya praktis berakhir pada malam ketika ia menghadapi Williams.

Selama hampir 11 tahun berikutnya, keluarga tak pernah berhenti mendampinginya. Mereka menjadi saksi sekaligus kekuatan bagi Colón dalam menjalani kehidupan dengan kondisi yang jauh berbeda dari sebelumnya.

Bahkan pada 2023, hampir delapan tahun setelah cedera tersebut, Colón masih menjalani perawatan dengan dukungan penuh dari keluarganya.

Warisan Perjuangan Colón

Kepergian Colón meninggalkan duka mendalam di dunia tinju. Sejumlah organisasi tinju memberikan penghormatan atas perjuangan panjang yang telah ia jalani.

Presiden WBO Gustavo Olivieri mengenang Colón sebagai sosok yang memiliki keberanian, ketekunan, dan semangat juang luar biasa. Baginya, kisah Colón tidak hanya menjadi bagian dari sejarah tinju, tetapi juga menyentuh banyak orang yang mengikuti perjuangannya selama bertahun-tahun.

Hal senada disampaikan WBC. Organisasi tersebut mengenang Colón sebagai seorang pejuang sejati yang kekuatan dan keberaniannya telah menginspirasi banyak orang.

Colón mungkin tidak lagi dapat melanjutkan karier yang pernah membawanya menuju masa depan cerah. Namun, perjuangannya setelah meninggalkan ring justru menjadi bagian paling panjang dari kisah hidupnya.

Selama hampir 11 tahun, Colón bertahan dengan dukungan keluarganya. Dan ketika akhirnya ia pergi, yang tertinggal bukan hanya catatan 16 kemenangan di atas ring, melainkan kisah tentang seorang manusia yang terus berjuang jauh setelah sorotan lampu arena padam.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow