Indonesia Women’s League 2026 Disambut Antusias Klub

Penyelenggaraan Indonesia Women’s League (IWL) 2026 yang dijadwalkan mulai bergulir pada 17 Oktober 2026 di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, mendapat respons positif dari klub-klub peserta.

Aug 18, 2026 - 00:28
Aug 18, 2026 - 00:28
 0
Indonesia Women’s League 2026 Disambut Antusias Klub
Commercial and Operational Director Persita, Evelyn Chaty

BOLAHITA.ID, MEDAN - Penyelenggaraan Indonesia Women’s League (IWL) 2026 yang dijadwalkan mulai bergulir pada 17 Oktober 2026 di Stadion Soemantri Brodjonegoro, Kuningan, Jakarta, mendapat respons positif dari klub-klub peserta.

Kompetisi ini dinilai menjadi tonggak penting dalam membangun ekosistem sepak bola putri yang lebih profesional, berkelanjutan, dan memiliki potensi bisnis yang menjanjikan.

Commercial and Operational Director Persita, Evelyn Chaty, menilai kehadiran IWL menjadi jawaban atas penantian panjang klub, pemain, dan pelatih yang selama ini menginginkan kompetisi sepak bola putri yang berlangsung secara konsisten.

Menurut Evelyn, Indonesia Women's League tidak hanya menghadirkan panggung kompetitif bagi para pemain, tetapi juga membuka peluang karier yang lebih jelas bagi generasi muda yang ingin meniti jalan sebagai pesepak bola profesional.

"Hadirnya Indonesia Women's League merupakan langkah yang sangat penting bagi perkembangan sepak bola wanita di Indonesia," ujar Evelyn di Jakarta, Jumat (14/8/2026).

SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee

Ia menegaskan, para pemain kini memiliki kesempatan lebih besar untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mewujudkan impian menjadi atlet profesional.

Bagi Persita, keikutsertaan dalam IWL bukan sekadar berpartisipasi dalam kompetisi baru. Lebih dari itu, kehadiran klub di ajang tersebut merupakan bagian dari upaya bersama dalam membangun fondasi sepak bola putri nasional.

Evelyn juga menekankan bahwa pengembangan sepak bola wanita merupakan proyek jangka panjang yang tidak bisa diukur hanya dari hasil dalam satu musim kompetisi.

Karena itu, ia berharap regulasi dan kebijakan yang diterapkan mampu mendukung keberlanjutan klub, terutama dari sisi operasional dan finansial.

Selain itu, Persita turut mendukung penerapan sistem drafting pemain yang dinilai dapat menciptakan pemerataan kualitas di antara enam klub peserta. Namun, ia menegaskan bahwa pelaksanaannya harus dilakukan secara transparan, adil, dan memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh peserta.

Sementara itu, dukungan serupa datang dari Owner Persikad, Abdullah Alatas. Menurutnya, keterlibatan Persikad sejak tahap awal pembentukan IWL menjadi bukti bahwa kompetisi tersebut dirancang melalui kolaborasi berbagai pihak.

"Gagasan yang positif dari PSSI, Pak Erick, Bu Vivin, para Exco dan juga I.League karena Persikad sudah dilibatkan sejak awal kelahiran IWL," kata Abdullah Alatas.

Pria yang akrab disapa Dolly itu juga menilai sistem drafting sangat tepat diterapkan pada musim perdana karena dapat menciptakan keseimbangan kekuatan antarklub sekaligus mendorong pembinaan pemain muda.

"Dengan drafting dan pembagian pemain timnas akan terjadi keseimbangan, serta pembinaan berkelanjutan bagi pemain-pemain muda putri," ujarnya.

Dari sisi penyelenggaraan, konsep stadion terpusat di Stadion Soemantri Brodjonegoro dinilai menjadi pilihan yang realistis untuk musim pertama.

Menurut Abdullah, format tersebut tidak hanya memberikan keuntungan dari sisi operasional, tetapi juga membuka peluang komersial yang lebih luas.

"Bermain dengan sistem centralized ini bagus dalam banyak hal. Pertama, menekan cost, kedua kita bangun ekosistem baru di Soemantri sehingga akan menjadi hub. Ketiga itu juga bagus untuk sponsor," tuturnya.

Ia menambahkan, konsep pertandingan yang dipusatkan di satu lokasi dapat mengubah IWL menjadi sebuah festival olahraga yang memadukan pertandingan, aktivitas promosi, hingga keterlibatan sponsor.

Persikad sendiri mengaku siap memenuhi berbagai standar profesional yang diterapkan dalam kompetisi, mulai dari kontrak pemain, sistem penggajian, penyediaan mess, hingga program latihan yang terstruktur.

Menurut Abdullah, dukungan subsidi dari operator kompetisi dan PSSI dinilai cukup untuk menopang kebutuhan klub selama satu musim. Di sisi lain, klub juga mulai menyusun strategi pemasaran untuk menarik minat berbagai merek yang berpotensi menjadi mitra.

Dengan peningkatan kualitas kompetisi dan dukungan berbagai pihak, Indonesia Women's League diyakini mampu berkembang menjadi kompetisi yang mandiri sekaligus membuka peluang bisnis baru bagi sepak bola putri Indonesia pada masa mendatang.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow