ANGSAPURA CUP 2026 SIAP DIGELAR, AJANG UJI KEMAMPUAN ATLET TENIS MEJA SUMUT
Persatuan Tenis Meja (PTM) Angsapura Medan akan menyelenggarakan kejuaraan tenis meja bertajuk “Angsapura Cup 2026” di GOR Angsapura, Jalan AR Hakim Medan, pada 23 hingga 24 Mei 2026.
BOLAHITA - Persatuan Tenis Meja (PTM) Angsapura Medan akan menyelenggarakan kejuaraan tenis meja bertajuk “Angsapura Cup 2026” di GOR Angsapura, Jalan AR Hakim Medan, pada 23 hingga 24 Mei 2026.
GOR Angsapura sendiri merupakan venue cabang olahraga tenis meja pada PON Aceh-Sumut 2024 yang berlangsung pada 10-19 September 2024. Dengan demikian, Kejuaraan Tenis Meja Angsapura Cup 2026 dipastikan didukung fasilitas venue yang representatif.
Ketua PTM Angsapura, Hamzah Topaz, mengatakan kejuaraan kali ini selain mempertemukan tim-tim terbaik di Sumatera Utara, juga akan diikuti tim tenis meja dari berbagai daerah di Pulau Sumatera hingga Pulau Jawa.
SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee
Adapun peserta dari luar Kota Medan yang sudah mendaftar di antaranya PTM SCM Lampung, PTM RTTA Jakarta, PTM Anuek Nanggroe Aceh, PTM Kisaran Naga, PTM Tribun, dan PTM Nurakul Garut.
“Melalui Kejuaraan Angsapura Cup ini, kami ingin berupaya menaikkan level tenis meja di Sumut. Kita tahu atlet asal Pulau Jawa punya kualitas di atas atlet Sumut. Jadi ini kesempatan atlet Sumut menambah pengalaman dan jam terbang untuk bisa naik level,” ujar Hamzah Topaz, Jumat (15/5).
Lebih lanjut Hamzah mengatakan, Angsapura Cup selain menggelar partai beregu, juga mempertandingkan nomor perorangan tunggal. Pada turnamen sebelumnya, pemain PTM Angsapura berhasil menjuarai partai tunggal saat memperkuat tim Sumut.
“Atlet kita akan menghadapi ujian berat melawan atlet luar daerah, khususnya dari Jawa. Memang tidak ada target juara di sini, tujuan utama kita adalah menambah jam bertanding atlet dengan lawan tanding yang berkualitas. Kelemahan atlet kita selama ini adalah masih minimnya jam bertanding,” jelas Hamzah.
Angsapura Cup juga diharapkan dapat semakin menyemarakkan olahraga tenis meja di Sumatera Utara.
“Ini kesempatan para atlet muda mendapat pengalaman bertanding melawan pemain yang lebih senior dari kota-kota lain, mengingat selama ini pemain muda kita hanya bertanding dengan sesama pemain di lingkungan Kota Medan saja,” ucap Hamzah.
Dijelaskan, Kejuaraan Angsapura Cup akan menerapkan peraturan ITTF World Team Table Tennis Championship Finals London 2026, di mana nomor beregu hanya mempertandingkan partai tunggal sebanyak tiga partai.
View this post on Instagram
“Sampai saat ini sudah ada 30 PTM dan 100 pemain tunggal yang sudah melakukan pendaftaran. Adapun tim-tim unggulan dalam kejuaraan kali ini yaitu unggulan satu PTM Teow Ciu, unggulan dua PTM Sahabat, unggulan tiga PTM Masdulhak, dan unggulan empat PTM Kisaran MGSA,” jelas Hamzah.
Dalam kesempatan tersebut, Hamzah Topaz juga menyampaikan bahwa ada empat atlet PTM Angsapura yang sedang menjalani latihan di Pulau Jawa selama satu tahun. Langkah itu dilakukan untuk meningkatkan kemampuan atlet Sumut di level nasional.
“Kita ingin empat atlet kita ini naik level, bisa bersaing dengan atlet-atlet andal di Pulau Jawa. Dengan demikian, ke depan harapan kita cabang olahraga tenis meja Sumut mampu bersaing di ajang tingkat nasional seperti Kejurnas hingga PON,” ucap Hamzah.
Diakui Hamzah, selama ini kualitas atlet tenis meja Sumut masih tertinggal dibandingkan atlet-atlet dari Pulau Jawa. Karena itu, cabang olahraga tenis meja Sumut kerap kesulitan meraih medali pada ajang PON.
“Banyak faktor yang membuat tenis meja di Sumut kurang berprestasi di tingkat nasional. Di antaranya intensitas latihan yang masih rendah, jam tanding kurang karena minim kejuaraan skala nasional di Sumut. Selain itu juga faktor ekonomi. Kalau di Jawa itu atletnya fokus hanya latihan, tidak perlu bekerja lagi. Jadi inilah beberapa tantangan kita menaikkan level tenis meja Sumut. Mengirim atlet berlatih di Jawa menjadi salah satu solusi yang coba kita lakukan,” pungkas Hamzah Topaz.
What's Your Reaction?