Empat Malam di Manahan, Setia Dampingi Sang Macan

Empat Malam di Manahan, Setia Dampingi Sang Macan

Feb 13, 2018 - 10:19
 0
Empat Malam di Manahan, Setia Dampingi Sang Macan
Militansi suporter Persija Jakarta di arena Piala Presiden 2018 memang tak perlu lagi diragukan
BOLAHITA, SOLO – Militansi suporter Persija Jakarta di arena Piala Presiden 2018 memang tak perlu lagi diragukan. Sejak fase Grup D di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar hingga babak perempat final dan semifinal di Stadion Manahan, Solo, The Jakmania tak pernah absen memberikan dukungan terhadap tim kesayangannya.

Dan di babak semifinal kali ini, dengan jadwal laga yang berdekatan antara leg pertama dan leg kedua, supporter tak mau kehilangan kesempatan memberikan dukungan penuh pada Marko Simic dan kawan-kawan.

Laga leg pertama semifinal melawan PSMS Medan digelar pada Sabtu (10/2/2018). Sedang leg kedua digelar di venue yang sama yakni Stadion Manahan pada Senin (12/2/2018). Pada leg pertama lalu, tidak kurang dari 20 ribu Jakmania mampu membuat stadion menjadi warna oranye pada tribun penontonnya.

Usai laga leg pertama, tidak semua The Jakmania beranjak meninggalkan Kota Solo. Sebagian dari mereka memilih untuk tetap berada di Kota Bengawan hingga leg kedua berlangsung. 

"Sengaja saya dan teman-teman dari Bekasi memilih untuk tetap di Solo hingga leg kedua karena merasa tanggung jika harus kembali dulu ke Bekasi. Jadilah kami menginap di sekretariat Pasoepati selama tiga atau empat malam," ujar Johan, Senin (12/2/2018).

Tiba di Solo sejak Kamis (9/2/2018) pekan lalu, Johan dan kawan-kawan mengaku sangat menikmati kondisi yang ada meski terbilang seadanya di lokasi tempat mereka menginap. Selama di Solo, Johan bersama belasan rekannya dari berbagai daerah mengaku juga memanfaatkan waktu yang ada untuk berwisata di Solo. 

Berjalan-jalan ke Keraton Solo hingga lebih jauh lagi ke Yogyakarta menjadi pilihan. Dikatakannya, ini juga untuk menghilangkan kejenuhan. "Yang paling penting kami tidak akan membiarkan Persija berjuang sendirian," tegas Johan.

Militansi yang luar biasa juga diperlihatkan oleh The Jakmania asal Makassar, Hafis. Dia mengaku sengaja izin untuk tidak masuk sekolah guna dapat mendukung Persija di leg pertama dan leg kedua. 

"Kami bersyukur mendapat tempat dan perhatian dari Pasoepati. Bahkan kalau malam Pasoepati juga memberikan makanan pada kami," papar Hafis lagi.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow