Empat Pelatih Cabor PPLP Sumut Terancam Dievaluasi

Empat Pelatih Cabor PPLP Sumut Terancam Dievaluasi

Empat Pelatih Cabor PPLP Sumut Terancam Dievaluasi
Sebanyak empat pelatih di PPLP Sumut akan dicoret

MEDAN - Torehan juara umum di ajang Pekan Olahraga Pelajar Wilayah (Popwil) Sumatera tahun 2018 di Banda Aceh, lantas tidak membuat kontingen Sumatera Utara cepat berpuas diri.


Pasalnya, ada sejumlah cabang olahraga yang meleset dari target awal, atau gagal mempersembahkan prestasi terbaik di event regional. Atlet yang kini menjadi binaan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP), dinilai masih belum sepenuhnya memuaskan.


Seperti cabang sepakbola yang hampir didominasi para atlet PPLP Sumut. Kali pertama gagal lolos ke ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) dari 14 kali pelaksanaan.


Kemudian bola voli putri juga harus puas meraih medali perak usai menyerah atas Riau di final. Termasuk di cabang pencak silat, tidak ada satupun atlet PPLP Sumut yang meraih medali emas, meski cabor ini menyumbangkan 5 emas bagi Sumut di Popwil 2018. Atas dasar itulah, maka evaluasi menjadi fokus bagi pengelola PPLP, dalam hal ini Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sumut.


Kabid Pembudayan Olahraga Disporasu Rusli, torehan juara umum tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat Sumut. Sekaligus merebut titel juara umum dari Riau di tahun 2016. Namun Rusli harus mengakui, gagalnya cabor sepakbola berlaga di Popnas tentu menjadi kabar duka bagi olahraga Sumut.


“Hasil dari Pekan Olahraga Pelajar Wilayah di Aceh tahun ini memang ada senang dan dukanya. Dukanya itu banyak juga kegagalan atlet PPLP contohnya di cabor silat. Selain silat juga Bola Voli putri gagal emas. Makanya, ada kebanggaan dan juga kesedihan. Atlet yang benar-benar kita bina itu di regional sudah keok, apalagi di tingkat nasional,” ucap Rusli, Rabu (31/10/2018).


Setelah melakukan rapat dengan tim pengelola PPLP, kemudian hasil evaluasi dan telaah usai tampil di Popwil ada sejumlah putusan yang akan diajukan ke Kadispora Sumut H Baharuddin Siagian selaku pimpinan. Rusli menegaskan, dari hasil evaluasi bakal ada empat pelatih PPLP yang akan dievaluasi untuk tidak lagi membina atlet. Hal ini dilakukan agar kontingen Sumut bisa bersaing dengan atlet provinsi lain di ajang Popnas 2019 Papua.


“Makanya, setelah lapor pak Kadispora Sumut kami rapat evaluasi. Setelah rapat evaluasi, petunjuk beliau adalah meminta evaluasi dan ditelaah pelatih - pelatih yang dinilai gagal membawa atletnya merebut medali atau berprestasi,” ucap Rusli.


”Kami juga tadi sudah rapat dengan tim konsultan PPLP, kami ada kesepakatan bahwa dalam waktu dekat pak Kadispora akan tandatangani. Mudah - mudahan ya dengan hasil telaah ini, mungkin ke depan di Popnas 2019, kejayaan Sumut bisa kita raih dengan pembinaan yang semakin maju,” pungkas Rusli.