BOLAHITA, MEDAN - PSMS Medan menuntaskan seluruh gaji para pemain, pelatih, hingga staf ofisial selama kompetisi dalam status force majeure selama masa Pandemi yang ditetapkan PSSI, sejak Maret hingga Juni ini.
Beberapa waktu lalu PSSI menetapkan penggajian pemain, pelatih hingga ofisial tim selama status force majeure tersebut maksimal sebesar 25 persen dari gaji bulanan.
"Alhamdulillah untuk gaji Juni sudah kita tuntaskan. Besarannya tetap sama 25 persen seperti instruksi PSSI kemarin (selama force majeure)," kata Mulyadi Simatupang, manajer
PSMS Medan.
Dengan membayar gaji bulan Juni tersebut, lanjut Mulyadi, pihaknya resmi telah menuntaskan seluruh penggajian pemain selama status force majeure.
"Artinya kami sudah menuntaskan seluruh gaji pemain, pelatih, dan staf ofisial tim selama force majeure ini sesuai arahan PSSI kemarin. Namun khusus Maret lalu kami berikan full," ucap Mulyadi Simatupang.
Lebih lanjut pria yang juga menjabat sebagai penanggungjawab klub
PSMS ini menambahkan pihaknya menanti sistem kelanjutan penggajian setelah berakhirnya status force majeure ini.
"Kami selanjutnya menunggu keputusan PSSI perihal kelanjutan kontrak pemain ini, terlebih Liga 2 sudah lampu hijau bakal bergulir kembali Oktober nanti," ucap Mulyadi Simatupang.
"Artinya,
PSMS Medan menunggu bagaimana penggajian pemain untuk bulan-bulan berikutnya (Juli, Agustus dan September) dari PSSI, sebelum Liga 2 bergulir," pungkasnya.