Hasil Sirnas 2013 di Medan

Hasil Sirnas 2013 di Medan

Sep 15, 2013 - 11:34
 0
Hasil Sirnas 2013 di Medan
Para pemenang di Sirnas
BOLAHITA.COM - Usai sudah gelaran Djarum Sirkuit Nasional (Djarum Sirnas) Li Ning Open 2013 di Gedung Serba Guna, Jalan Pancing Medan. <div><br></div><div>Sirnas keenam ini telah menemukan sang juara dari tiap kategorinya. Total hadiah sebesar Rp250 juta telah diberikan kepada para juara.</div><div><br></div><div>Di nomor tunggal remaja putri, Gregoria Mariska kembali menjadi jawaranya. Pemain Mutiara Bandung ini keluar sebagai juara usai menaklukkan pemain Tangkas Specs, Vioni Florencya di partai final, Sabtu, (14/9) dengan skor 17-2, 21-9 dan 24-22. </div><div><br></div><div>Kemenangan ini pun tak mudah didapatkannya. Gregoria harus melalui rubber game. "Di awal masih belum terlalu ngerti mainnya. Pas udah ngerti, dia ngerubah permainan di game ketiga. Saya kena-kenain aja bolanya," ujar Gregoria usai pertandingan. </div><div><br></div><div>Dari enam seri Sirnas 2013 yang sudah digelar, Gregoria sudah mengantongi lima gelar juara. Ia hanya satu kali absen di podium juara saat Sirnas Bandung, Mei silam. "Setiap main rasanya pasti deg-degan. Jadi harus yakin dan percaya diri bisa menang," kata Gregoria.</div><div><br></div><div>Di tunggal putra, unggulan Hermansyah gagal meraih gelar juara. Menghadapi Febriyan Irvanaldy yang merupakan wakil PB Hi Qua Wima, malah takluk dalam dua game langsung, 19-21 dan 11-21.</div><div><br></div><div>“Game pertama saya sebetulnya bisa memimpin, hanya terhenti di angka 19, saya sudah kesulitan untuk menggerakan kaki, terlebih lagi kemarin saya harus berhadapan dengan Alamsyah dan Fauzi,” ujar Hermansyah</div><div><br></div><div>Selain turun di nomor tunggal putra, Hermansyah memang turun di ganda putra bersama rekannya yang merupakan atlet spesialis tunggal lainnya, Senatria Agus Setia Putra. Di sektor tunggal, Senatria sudah kandas di babak 16 besar dimana ia menyerah dari tangan Ihsan Adam dengan 16-21, 21-12 dan 19-21.</div><div><br></div><div>Gagal di sektor tunggal, keduanya menebus dengan meraih gelar juara di sektor ganda putra. Di final usai mengalahkan ganda asal PB Indonesia Port Corporate juga dengan tiga game, 13-21, 21-17 dan 21-11. </div><div><br></div><div>Sebelumnya di semifinal, mereka juga mengalahkan unggulan pertama, Chrisna Adi Wijaya/Ridho Akbar dari PB Pertamina dengan 17-21, 21-17 dan 21-12. </div><div><br></div><div>“Di game pertama kami banyak tertekan, tapi di dua game berikutnya kami mencoba untuk terus menurunkan bola. Ini supaya lawan tidak bisa menekan kami. Alhamdulillah kami bisa juara,” ujar Hermansyah.</div><div><br></div><div>“Alhamdulillah bisa juara, kami mencoba untuk bermain lepas aja tadi, tanpa beban, berikutnya kami ingin mencari gelar juara sirnas lagi,” tambah Senatria.</div><div><br></div><div>Sukses mempertahankan gelar juga diperoleh ganda campuran remaja PB Djarum, Andika Ramadiansyah/Marsheilla Gischa Islami. Membutuhkan waktu selama 39 menit, pasangan ini mengalahkan Andre Suryo Prayoga/Yulfira Barkah (Mutiara Bandung) dengan skor 21-12, 15-21 dan 21-15. </div><div><br></div><div>"Tadi deg-degan. Mainnya sempet kendor di game kedua. Udah ngerasa yakin jadi malah ngeremehin," aku Gischa usai pertandingan. Dalam Sirnas kali ini, mereka dalam unggulan kelima. Di seri Sirnas sebelumya di Manado, Andika/Gischa juga keluar sebagai juara usai mengandaskan unggulan pertama, Fauzi Habibi/Apriani Rahayu.</div><div><br></div><div>Berbeda dengan Gregoria, atlet tunggal putri PB Jaya Raya Suryanaga Tieke Arieda Ningrum sukses dengan gelar juara perdanaya di Sirnas. Kali ini dia berhasil berhak juga atas uang tunai Rp 16 juta dan membawa piala Gubernur Sumatera Utara.</div><div><br></div><div>Di partai final, Tieke mengalahkan Ganis Nur Rahmadhani asal PB Pertamina dengan skor 12-21, 21-14 dan 21-18. </div><div><br></div><div>“Di game pertama, Saya banyak melakukan kesalahan sendiri dan lawan juga bermain bagus. Bola cop dan dropshotnya sulit untuk dikembalikan. Tapi di dua game berikutnya saya mencoba untuk bermain lebih save dan tidak jorok,” ujar Tieke.</div><div><br></div><div>Lawannya sendiri, Ganis mengaku permainannya tidak begitu baik. Ia mengakui di dua game terakhir ia kesulitan untuk berkonsentrasi dan fokus. “Game kedua dan ketiga blank, saya juga jadi banyak mati sendiri,” tuturnya.</div><div><br></div><div>Gelar juara kali pertama juga dirasakan pasangan M. Rian Ardianto/Lya Ersalita. Pasangan asal PB. Jaya Raya ini keluar sebagai juara ganda taruna campuran usai memenangkan partai final melawan Rafli Rizki Ristian/Novalita Anggraeni dengan skor 21-16 dan 21-8.</div><div><br></div><div>"Sebenarnya saya lihat permainan mereka kemarin-kemarin bagus. Tapi tadi dari game pertama mereka kelihatan tegang. Jadi bolanya banyak mati sendiri," tutur Lya.</div><div><br></div><div>Ia mengaku senang dapat menjadi juara karena dapat membuat bangga kedua orang tuanya. Apalagi, ia tidak memiliki persiapan khusus sebelumnya dan hanya bermodalkan semangat pantang menyerah. "Pengennya lanjut terus. Kalo bisa sampai masuk Pelatnas," harapnya.</div><div><br></div><div>Usai Sirnas, Rian/Lya akan kembali berpasangan di kejuaraan Indonesia Grand Prix Gold yang akan berlangsung di Yogyakarta, 24-29 September mendatang.</div>

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow