BOLAHITA.COM - Pertemuan 36 klub anggota
PSMS melahirkan kesepakatan menggelar Rapat Anggota Luar Biasa (RALB).
Anehnya mantan Idris SE, CEO
PSMS yang masih memiliki permasalah tunggakan gaji, diputuskan sebagai Organizing Committee (OC). Dia dipilih menjadi ketua yang bertugas untuk membentuk kepanitiaan Rapat Anggota Luar Biasa (RALB).
Dalam pantauan, kehadiran Idris ke pertemuan klub - klub itu seperti tanpa beban. Padahal saat menjabat Sekum dan CEO
PSMS ISL 2011/2012, Idris menjadi orang yang dianggap paling bertanggung jawab atas tunggakan gaji pemain yang mencapai angka Rp7 miliar.
Jumlah itu merupakan akumulasi tunggakan gaji sekitar enam bulan yang sampai sekarang belum diselesaikan plus sisa 10 persen sisa panjar pemain. Idris cuek seakan tanpa ada rasa bersalah.
Idris didampingi Hengki Ahmad ditunjuk sebagai wakil Ketua OC dan Sekretarisnya Fauzan Hasballah serta Alexander Gho sebagai bendahara. Sementara ketua SC ditunjuk Rahmatsyah yang dibantu dengan beberapa pengurus KONI
Medan. Tim penjaring ketua umum juga kini diisi Azzam Nasution.
"Saya datang kemari mewakili klub dari Pos Indo untuk ikut mendukung penyatuan PSMS. Kita tidak ingin terus terjebak dalam permasalahan dualisme ini. Dipercaya sebagai ketua OC ini merupakan kepercayaan dari klub-klub dan kami bersama tim akan mulai bekerja membentuk kepanitiaan RALB," bilang Idris santai.
Dalam pertemuan itu hadir pelatih
PSMS LI, Suharto AD, pelatih
PSMS LPIS, Edy Syahputra, mantan pemain PSMS, Parlin Siagian, Hamdardi dan lainnya.
"Soal Idris, belum tentu dia masuk kepengurusan. Apalagi dia masih ada masalah di PSMS. Dia hanya dipercayakan menjadi ketua panitia saja," tegas Julius Raja ketua Komite Penyelamat PSMS.