BOLAHITA.COM - Kabag evaluasi dan pelaporan biro perencanaan dan organisasi Sekretariat Kementerian Pemuda dan Olahraga, Samsudin mengatakan pengelolaan dan pemanfaatan Stadion Teladan belum maksimal.<div><br></div><div>Kedatangannya ke
Medan pada Senin (2/9) sore tadi terkait monitoring dana yang sudah mereka kucurkan ke pemerintahan
Sumatera Utara. Baik dana fisik atau pun melalui kegiatan, pihaknya tak ingin aliran dana tersebut sia-sia.</div><div><br></div><div>"Seperti Stadion Teladan dan PPLP
Sumut dan sentra-sentra wirausaha . Kita datang hanya sebatas melihat sudah sejauh mana mengelola. Jangan sampai dana yang sudah kita jalankan namun penggunaannya tidak optimal," ujar Samsudin saat berada di Stadion Teladan.</div><div><br></div><div>"Kalau soal stadion ini, Saya melihat tidak otpimal dari segi pemakain dan penggunaaan. Sebaiknya pihak pengelola benar-benar dalam mempublish penggunaan dan pemanfaatannnya, agar masyarakat luas mengetahuinya. Harapan kami tentunya semua dana yang telah dikeluarkan dalam setiap bentuk, dapat dikelola dgn baik," sambungnya.</div><div><br></div><div>Samsudin menolak menilai apakah anggaran renovasi Stadion Teladan pantas dengan apa yang terlihat saat ini. Mereka hanya bertugas untuk melihat dan mengamati pengelolaan dana yang mereka kucurkan. </div><div><br></div><div>"Kalau soal jumlah uang dengan apa yang ada saat ini, Saya tak bisa menjawabnya. Ada badan yang menanganinya, bukan kami," bilangnya.</div><div><br></div><div>Sementara itu, bendahara komite renovasi, Suryadi menyambut positif kedatangan tim dari Sekretariat Kementerian Pemuda dan Olahraga. Apalagi ini terkait masukan untuk evaluasi renovasi stadion. </div><div><br></div><div>"Pengelolaan dan pemanfaatan memang yang belum maksimal. Dan sebaiknya Dinas Pertamanan sebagai pengelola harus selektif dalam memilih penggunaan stadion," jawabnya.</div>