Erick Thohir Beri Jawaban Usai Dicari Presiden Prabowo Pasca Indonesia Gagal ke Piala Dunia
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, akhirnya angkat bicara terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang “mencarinya” setelah Timnas Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
BOLAHITA.ID - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, akhirnya angkat bicara terkait pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang “mencarinya” setelah Timnas Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026.
Sebelumnya, Prabowo secara terbuka meminta Erick Thohir segera mencari formula jitu agar Skuad Garuda mampu menembus putaran final Piala Dunia 2030. Pernyataan itu disampaikan dalam pidatonya saat peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7/2026).
Tak hanya itu, Prabowo juga menyinggung pentingnya skema dukungan anggaran dengan melibatkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa demi mewujudkan ambisi besar tersebut.
SENNCOIN Selling High Quality Roasted Beans and Ground Coffee
Menanggapi hal itu, Erick menegaskan bahwa pesan Presiden tidak semata-mata ditujukan untuk sepak bola, melainkan seluruh cabang olahraga di Indonesia.
“Bapak Presiden secara simbolik pasti maksud dan tujuannya tidak hanya sepak bola, tetapi seluruh olahraga yang memberikan kontribusi luar biasa untuk national branding dan kehormatan bangsa,” ujar Erick di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (10/7/2026).
Ia menjelaskan, setiap cabang olahraga memiliki panggung kebanggaannya masing-masing. Untuk sebagian besar cabang olahraga, prestasi puncak diukur lewat Olimpiade. Namun, sepak bola memiliki standar yang berbeda.
“Kalau cabang olahraga lain, juaranya diingat di Olimpiade. Ini fair saja. Tapi kalau sepak bola, yang diingat ya dunianya masuk Piala Dunia,” tegas Erick.
View this post on Instagram
Lebih lanjut, Erick memastikan pemerintah tetap berkomitmen menjaga kesinambungan pembinaan melalui pemusatan latihan nasional (pelatnas) jangka panjang serta skema anggaran multiyears.
Menurutnya, kesuksesan tidak mungkin diraih dengan persiapan instan.
“Tidak mungkin persiapan Olimpiade 2032 baru dimulai 2031, itu tidak masuk akal. Tahun depan SEA Games, kalau tahun ini tidak ada pelatnas, juga tidak mungkin,” ujarnya.
Ia menambahkan, dengan agenda besar seperti Asian Games yang sudah di depan mata, pelatnas harus terus berjalan tanpa terputus, meski dengan prioritas pada atlet-atlet berpotensi.
“Pelatnas tidak boleh berhenti. Kita fokuskan dulu pada atlet yang punya peluang besar, sementara atlet muda tetap dibina melalui skema pelatnas lainnya,” tutup Erick.
What's Your Reaction?