BOLAHITA.COM - Pertanyaan soal gaji oleh Suharto AD kepada Djohar Arifin saat pertemuan di KONI
Medan (31/8) lalu tak mendapatkan jawaban yang pasti. <div><br></div><div>Ketua umum PSSI itu hanya menjawab, bahwa keputusan itu ada pada anggota klub. </div><div><br></div><div>"Silahkan anggota klub ini membahasnya, apakah ini utang pengelola atau klub. PSSI tidak bertanggungjawab dalam hal itu. Banyak klub di Indonesia ini nanti akan menuntut hal yang sama dengan PSMS," jawabnya kepada Suharto. </div><div><br></div><div>"Makanya dari awal kami sudah mengingatkan kepada pengurus klub. Kalau memang tidak sanggup jangan ikut, nanti malah melahirkna utang," tambah Djohar. </div><div><br></div><div>PSSI tak bisa membantu penyelesaian. Kira-kira itulah inti jawaban yang dilontarkan Djohar Arifin. Sudah pasti ini mengundang kekecewaan. Terlebih pelatih kiper, Mardianto yang menilai pertemuan tersebut malah melupakan permasalahan. </div><div><br></div><div>"Mereka sibuk membahas Musdalub, mencabut dan mencari ketum yang baru. Tapi bagaimana dengan utang
PSMS yang ada saat ini. Siapa yang akan membayar? Masa tidak ada pembahasan," kesalnya.</div><div><br></div><div>"Bagi Saya, jika tak membahas soal gaji tidak apa-apa. Kita pegang janji Djohar Arifin yang akan menindak tegas bila klub tak akan bisa ikut, bila belum menyelesaikan utangnya. Yang pasti kami sedang menunggu proses hukum soal gaji," tambah Abdi Panjaitan, media officer PSMS. </div>