Ini Alasan Kenapa Pemain Sepakbola Suka Kumur dan Meludah
Ini Alasan Kenapa Pemain Sepakbola Suka Kumur dan Meludah
Sebagian dari kita masih bertanya-tanya tentang hal tersebut. Kalau capek sudah pasti haus dan membutuhkan air. Namun setelah minum air tetapi kemudian meludahkannya kembali. Kenapa pemain suka meludah?
Menurut para ilmuwan nutrisi yang dikutip oleh New York Times (12/7/2018), itu adalah trik untuk menipu otak agar mendapatkan rangsangan pada otot yang kelelahan. Ketika air memenuhi mulut, maka yang terjadi adalah reseptor mulut dirangsang mendeteksi beberapa jenis karbohidrat dan mengirim sinyal “kegembiraan†ke pusat-pusat kesenangan otak.
Persepsinya adalah akan ada lebih banyak energi dalam meredakan stres dan membuat otot bekerja lebih banyak tanpa melelahkan atlet.
Dengan kata lain, ini seperti pesan pada otak dan otot “Tenang, tidak ada alasan untuk lelah, ini bala bantuan telah datang.â€
Dan semakin lama cairan berada di dalam mulut, semakin besar kontak dengan reseptor oral dan semakin baik hasilnya. Jangan menelannya, karena itu akan mempengaruhi kinerja dengan gangguan pencernaan.
Tim sepak bola Inggris menolak membahas taktik nutrisi mereka dengan New York Times. Tetapi seseorang yang akrab dengan pemain sepakbola mengatakan kepada wartawan bahwa teknik ini telah berhasil di masa lalu dan mereka menganggapnya sebagai praktik standar.
Tapi tekhnik ini hanya berhasil dengan minuman yang mengandung Karbohidrat, tidak untuk minuman dengan pemanis buatan. Diyakini bahwa, ada reseptor oral di dalam mulut yang mampu membedakan antara senyawa yang mengandung karbohidrat dan senyawa bergizi yang tidak, seperti pemanis buatan, seperti yang dijelaskan situs nutrisponse.com.
Nah. Itulah kenapa para pemain sepakbola terlihat sering meludahkan kembali saat mereka minum, mereka hanya membilas mulut untuk memanipulasi otak, tidak meminumnya, karena bisa mempengaruhi kinerja.
Meludahkan minuman merupakan suatu teknik bernama pembilasan karbohidrat. Saat melakukan teknik tersebut, para pemain harus berkumur-kumur dengan campuran karbohidrat selama lima hingga 10 detik dan kemudian meludahkannya.
Suka Meludah Meningkatkan Performa Atlet
Ada beberapa studi yang mengatakan bahwa pemain sepakbola suka meludah ini bisa meningkatkan performa atletik seseorang saat beraktivitas. Salah satunya adalah studi ulasan di 2014 yang menganalisis data dari 11 studi sebelumnya mengenai pembilasan karbohidrat.
Dalam studi itu dijelaskan bahwa teknik tersebut meningkatkan lama performa dalam aktivitas, seperti bersepeda dan berlari, selama kurang lebih satu jam. Namun ada juga data dari tiga studi yang menyimpulkan bahwa teknik tersebut tidak memiliki suatu efek tertentu pada performa aktivitas.
Katanya sih meningkatan performa " Secara keseluruhan, studi ulasan tersebut berpendapat bahwa pembilasan karbohidrat bisa memberikan sedikit manfaat pada performa. Menurut Sourav Poddar, dokter olahraga di UC Health Denver, peningkatan performa bisa mencapai antara dua hingga tiga persen.
Dengan meludahkan kembali cairan tersebut, para atlet bisa menghindari bahaya pada saluran pencernaannya. Michael Joyner, ahli fisiologi olahraga, menjelaskan bahwa cairan bisa tertahan dalam perut sehingga tubuh harus memproduksi lebih banyak lagi cairan untuk bisa mengencerkannya lagi.
Hal tersebut membuat tubuh harus menghabiskan energi, suatu hal yang para atlet hindari.
Para peneliti masih belum mengetahui secara pasti bagaimana teknik pembilasan karbohidrat bisa meningkatkan performa. Namun ada satu hipotesis yang berpendapat bahwa reseptor karbohidrat di mulut mengaktifkan suatu area tertentu di otak.
Ada juga beberapa studi lain yang menunjukkan bahwa ketika orang mengecap rasa manis di mulutnya, hal tersebut dapat mengubah persepsi atas tingkat kerja mereka. Jadi menurut Joyner, tanpa perlu menelan cairan, suatu cairan karbohidrat yang manis bisa membuat seseorang merasa lebih segar atau lebih semangat.
Sayangnya, kebanyakan studi mengenai pembilasan karbohidrat dilakukan dalam laboratorium dan lebih fokus kepada para pesepeda. Jadi Joyner mengatakan belum diketahui secara pasti bagaimana teknik ini bermanfaat dalam situasi lain seperti saat Piala Dunia.
Namun begitu Poddar mengatakan, meski belum ada kesimpulan pasti atas manfaat pembilasan karbohidrat, tidak ada salahnya melakukan hal ini. “Metode ini praktis dan mudah dilakukan,†ujar Poddar. “Mungkin sangat sedikit efek buruk untuk mencobanya,†timpalnya.
What's Your Reaction?