BOLAHIA, MEDAN - PSMS Medan memiliki terus mencari cara untuk mempertahankan sejumlah pemain prioritasnya di tahun ini agar tidak lari lagi. Seperti M Adi Satryo dan dan M Dwi Rafi Angga yang terbang ke PSS Sleman.
Selain memberikan uang pengganti transport ke pemain prioritas yang ikut latihan rutin tiga kali sepekan, Senin Rabu dan Jumat di Stadion Kebun Bunga, manajemen Ayam Kinantan juga melakukan pendekatan secara personal ke pemain incaran.
Inilah kenapa nama-nama seperti Rachmad Hdayat, Paulo Sitanggang, Agung Prasetyo, M Rifqi dan lainnya masih rutin dan bertahan latihan.
"Pendekatan kita sudah pasti perhatian ya. Pertama kami ada komitmen dengan mereka bahwa sebelum kontrak katakanlah per bulan kami akan memberi contohnya A, B, C, D kepada pemain. Itu misalnya. Jadi disitulah kita nego, tapi belum kontrak," kata Mulyadi Simatupang, manajer
PSMS Medan.
Mulyadi menjelaskan manajemen juga memberikan uang transport kepada para pemain yang berlatih.
Bahkan kepada para pemain yang rawan diincar klub lain, manajemen berani memberikan kepastian 90 persen bakal dikontrak untuk Liga 2 musim ini.
"Jadi ini baru semacam etika kita ya. Kepada pemain yang diincar, kami ada memberikan semacam 90 persen kepastian kepada mereka (direkrut PSMS)," ucap Mulyadi Simatupang.
"Tentu juga target
PSMS ke Liga 1 dan track record dalam dua tahun terakhir ini kita nggak pernah nunggak gaji kepada para pemain. Kalau pun terlambat tapi di bulan itu juga tetap dibayar,"pungkas Mulyadi.