Inkanas Peringat Satu Dasawarsa

Inkanas Peringat Satu Dasawarsa

Aug 31, 2015 - 14:00
 0
Inkanas Peringat Satu Dasawarsa
Kabari olah raga kita
BOLAHITA - Institut Karate-Do (Inkanas) merasa bangga dengan prestasi anggotanya yang telah mengharumkan nama perguruan tidak hanya pada kancah nasional tetapi juga pada level internasional.

Demikian disampaikan Ketua Harian Pengurus Besar (PB) Inkanas, Irjen Pol Drs Condro Kirono MM MHum, dalam sambutan tertulisnya dibacakan Ketua Harian Pengprov Inkanas Sumut, Ir HM Tobrani Siregar, pada peringatan Satu Dasawarsa Inkanas (10 Tahun Inkanas)  di Dojo Sei Deli Medan baru-baru ini.

Disebutkan, anggota senior Inkanas sensei Frans Teintang dan Umar Syarif telah mengharumkan nama Inkanas karena telah mendirikan perguruan karate di Swedia dan Swiss membuat karate Indonesia semakin dikenal di Eropa.

Tidak sedikit atlet berprestasi yang telah menjadi anggota Polri, TNI, dan menduduki posisi penting di instansi pemerintah dan swasta. Sebagai salah satu pimpinan Polri, Condro Kirono mengaku senang dan bangga jika penyandang sabuk hitam Inkanas ingin menjadi anggota Polri.

Menurutnya, 10 tahun bukan usia yang matang, sebab itu melalui arahan Majelis Tinggi Dewan Guru serta kebijakan PB dan Ketua Dewan Guru, kita harus bisa membuat perguruan menjadi semakin besar, semakin berwibawa, semakin berprestasi tetapi tetap rendah hati.

Ketua Harian PB Inkanas juga berpesan Inkanas harus dapat mengantisipasi kebutuhan atau perkembangan teknik dalam pertandingan maupun sistem perwasitan yang berlaku saat ini. Pelatih agar dapat menjadi teladan di lingkungannya.

Condro Kirono bersyukur dalam PPLP atau O2SN, karateka Inkanas selalu mendapat jatah terbanyak. Inkanas juga memberi apresiasi kepada Umar Syarif dan Jintar Simanjuntak yang telah malang melintang membela Sang Merah Putih dan mendapat medali emas SEA Games 2013.

Dia juga mengatakan usia 10 tahun dijadikan tonggak agar organisasi Inkanas makin kokoh. Kekuatan organisasi yang terletak pada  aspek keuangan, dengan anggota mencapai puluhan ribu melalui mobilisasi bisa bisa membiayai kegiatan secara mandiri.

Kabid Binpres Inkanas Sumut yang juga salah satu anggota Dewan Guru, sensei H Hadismar M Noor, mengungkapkan Inkanas Sumut mempunyai peran penting yang tidak bisa dilupakan atau terpisahkan dalam sejarah berdirinya Inkanas pada 28 Agustus 2005.

Sebab, Inkanas Sumut memprakarsai bergabungnya sabuk hitam Lemkari dalam perguruan Medan Karate Club (MKC) yang kebetulan berpusat di Medan. MKC pada 28 Agustus 2005 melalui rapat di Kantor Kadin Bandung mendeklarasikan diri menjadi Perguruan Inkanas.

“Senior sabuk hitam Inkanas Sumut mempunyai andil penting dalam sejarah berdirinya Inkanas yang kini sudah menjadi perguruan karate terbesar di tanah air,” ungkap Hadismar.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow