Jelang Kick Off, BOPI Belum Keluarkan Rekomendasi Liga 2

Jelang Kick Off, BOPI Belum Keluarkan Rekomendasi Liga 2

Jun 20, 2019 - 08:37
 0
Jelang Kick Off, BOPI Belum Keluarkan Rekomendasi Liga 2
PSMS terancam batal gagal melakoni laga perdananya dengan PSPS Riau
BOLAHITA, MEDAN - Dua hari jelang kick off Liga 2 tahun ini, ternyata BOPI belum mengeluarkan surat rekomdasi digelarnya kompetsisi tersebut.

Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) lewat siaran persnya, Rabu (19/6/2019), menjelaskan hingga saat ini belum bisa mengeluarkan izin rekomendasi penyelenggaraan Liga 2 Tahun 2019.

Ketua Umum Richard Sam Bera menyatakan temuan Tim Verifikasi antara lain masih terdapat tunggakan gaji pemain yang belum tuntas, yakni tunggakan 17 pemain PSMS (musim lalu 2018 di Liga 1), 12 pemain PSPS dan 2 pemain Sriwijaya.

“Setelah kita verifikasi secara ketat masih ada proses penyelesaikan tunggakan gaji pemain yang belum selesai. Oleh karena itu BOPI masih belum dapat mengeluarkan rekomendasi penyelenggaraan kompetisi Liga 2 2019. Dalam hal ini kami berkoordinasi dengan teman-teman dari APPI (Asosiasi Pesepakbola Profesinal Indonesia),” tuturnya.

Pihaknya akan mengirimkan surat ke PT LIB dan APPI untuk menyampaikan hasil pleno internal dengan harapan bisa ditindaklanjuti. Rapat pleno tersebut digelar Rabu (19/6/2019).

BOPI mengatakan masih memberikan kesempatan secepatnya kepada pihak-pihak terkait unutk berkoordinasi dan menghadirkan dokumen yag diperlukan untuk mendapatkan rekomendasi penyelenggaraan kompetisi Liga 2.


Sementara itu, Sekretaris Umum PSMS, Julius Raja mengaku pihaknya mengetahui soal putusan BOPI setelah surat dikirimkan via email pukul 20.20 WIB yang ditujukan ke Direktur PT LIB.

Apalagi, pihaknya yang bermasalah dengan gaji musim lalu juga akan berhadapan dengan tim PSPS yang sama-sama masuk daftar merah.

Pihaknya pun terkejut karena sudah memesan tiket untuk 20 pemain PSMS dan 10 ofisial yang akan berangkat menjalani laga away lawan PSPS.

“PSMS sudah memesan tiket untuk keberangkat Hari Jumat (21/6/2019). Dengan ini maka kami akan berbuat yang terbaik agar PSMS tetap bisa tanding. Kami akan rapat dan akan menanti besok bagaimana keputusannya, kami akan berkomunikasi ke PT LIB,” jelasnya.

PSMS sendiri kata Julius Raja sebenarnya sudah memberikan solusi kepada PT LIB. “Saya sudah bicarakan denga PT LIB, Selasa (18/6/2019). PSMS datang karena diundang PT LIB, kami memberikan masukan nantinya utang PSMS musim lalu bisa dibayarkan oleh PT LIB dengan skema pembayarang langsung ke rekening pemain tanpa ikut campur klub dan akan dibayar dicicil. “Dibayar 50 persen sekarang, lalu 25 persen ke Juli dan 25 persen lainnya dibayar pada Agustus,” ungkapnya.

Solusi ini, lanjutnya karena masih ada piutang dengan PT LIB sekira Rp2 miliar yang belum diberikan ke klub kontestan Liga 1 musim lalu, termasuk PSMS.

King-sapaan Julius Raja mengatakan kasus PSMS sejatinya sudah aman dengan solusi bayar cicilan. Namun hasil rapat PSMS bersama PT LIB belum diterima BOPI, karena ketiga klub bermasalah harus selesai agar Liga bisa berjalan.

“Kami menunggu seperti apa keputusan PT LIB dan BOPI selanjutnya, kalau dari kami ingin tetap bertanding sesuai jadwal,” pungkasnya.

Seperti diketahui, manajemen PSMS telah membayar gaji seluruh pemain musim lalu pada Desember 2018, dengan alasan kompetisi Liga 1 sudah berakhir. Namun, dalam kontrak pemain baru habis Januari 2019.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow