Suharto mengaku tak akan menolak tawaran melatih klub manapun, terutama PSMS, dengan satu syarat
PSMS musim depan harus jauh lebih profesional. Untuk itu, pelatih berkepala plontos ini memilih melihat kondisi factual klub pada akhirnya seperti apa.<br><br>“Saya akan melihat situasinya dulu. Kalau kondisi manajemennya bagus kenapa tidak. Kalau sama dengan kejadian musim lalu mending enggak usah. Jujur ya, memang kekecewaan saya luar biasa. Gaji enam bulan sampai sekarang belum ada penyelesaiannya,” tukasnya. Pelatih yang menangani
PSMS musim 2010/11 ini, menegaskan akan menampik tawaran, kalau dualisme
PSMS kembali terjadi. <br><br>“Janganlah sampai ada dualisme lagi kayak musim lalu. Maunya bersatu, karena ini demi kepentingan masyarakat
Medan. Ini, malah justru merusak kita sendiri. Akhirnya kita sendiri yang bingung. Coba sama-sama kita evaluasi dari kejadian musim lalu untuk perbaikan musim depan. Apa lagi masyarakat kan tidak mau kalau
PSMS itu ada dua lagi,” ucapnya. (
Bolahita)<br>