Statement Julius Raja sebagai wakil
PSMS dalam Kongres PSSI 17 Maret mendatang dianggap sebagai pembohongan publik Kota
Medan. Pria yang menjadi salah satu pengurus di jajaran elit
PSMS PT LPIS dianggap pantang tak top.
Pasalnya dalam Kongres mendatang nanti, yang menjadi undangan adalah lembaga (klub) yang hadir di Solo lalu, bukan sosok person wakil klub. Alhasil Julius Raja yang sudsh memastikan dirinya sebagai wakil
PSMS terus mendapat cibiran.
Dalam daftar tamu, suara
Sumut sendiri dihadiri oleh Idris SE (PSMS), Erwis dengan Antoni Wenry (Pengprov PSSI) dan Abdi berpasangan dengan Stevie dari klub TGM. Lantas darimana jalannya Julius menjadi wakil
PSMS di kongres mendatang?
Julius tetap bersikeras dia adalah wakil PSMS. Meskipun belum lagi
PSMS melakukan tandatangan kontrak dengan pemainnya, pria yang menjabat asisten manajer ini malah sibuk dengan kongres.
"Apa itu Julius Raja, bersalahan aja cakapnya. Kongres di Solo itu diwakilkan oleh Idris," kata Antoni Wenry dengan tertawa.
Wenry sendiri sebagai peserta di Kongres Solo mengaku tak pernah melihat di ruang kongres. "Saya ada di kongres itu dan tak melihat ada kehadirannya. Jadi darimana dia jalannya sebagai wakil? Karena mandat Rahudman sebagai ketua umum? Darimana jalannya ketua umum, kan dia (Rahudman) mengaku sebagai pembina," sambungnya dengan sumringah.
Pria berkumis ini juga membeberkan bahwa dalam Kongres Solo lalu berlangsung dengan adminitrasi yang ketat. "Akan sulit bagi siapapun masuk karena kongres Solo lalu, karena yang hadir melalui proses dan pengenal yang resmi. Kalau yang tidak jelas seperti Julius Raja, bagaimana bisa," tambah Wenry.
Wenry juga memberikan raport merah terkait komentar Julius Raja yang menilai operator liga yang tak mempengaruhi dalam kongres nanti.
"Kongres Solo adalah hasil dari Kongres di Bali yang melahirkan ISL dengan CEO Joko Driyono di PT Liga Indonesia. Jadi kalau Julius tak faham, jangan pula sok tau. Sotoy bahasa gaulnya," pungkasnya. (fery ardiansyah/
Bolahita)