KALI ketiga surat undangan PSSI ke
PSMS Medan datang lagi. Namun hanya official tim saja yang diminta datang ke sekretariatan PSSI, Rabu (31/7) pukul 15.00 Wib, terkait dugaan pengaturan skor di Kuala Tungkal Jambi dan tidak jadinya bertanding ke Bengkulu.
Tapi, lagi-lagi undangan ini tak dapat dipenuhi official. Alasannya sama, yakni ketertiadaan dana. Sekretaris tim Fityan Hamdy mengaku sangat antusias dengan undangan PSSI tersebut. Apalagi memberikan keterangan tentang oknum yang hendak mencoba menjual pertandingan.
"Dari awal Saya dan kawan-kawan sangat ingin membeberkan apa yang terjadi saat di Kuala Tungkal. Siapa-siapa orang yang berlaku kotor hendak menjual pertandingan. Tapi mau bagaimana, kami tak pernah menerima gaji. Persiapan lebaran saja kami sudah hancur-hancuran disini," bilang Fityan Hamdy.
Tak bisa ke langsung membeberkan ke PSSI, official dan pemain kata Fityan sudah mengirimkan surat berupa kronologis kejadian pencobaan pengaturan skor oleh CEO, Heru Pramono dan gagal berangkat ke Bengkulu lalu kepada PSSI.
"Surat itu kami kirim kira-kira seminggu lalu, membalas surat undangan kedua PSSI. Dalam surat kronologis yang ditandatangani pemain, pelatih dan official itu, jelas menuliskan peristiwa yang terjadi," sambungnya.
Selain itu, pasca menerima undangan PSSI kemarin tersebut, Fityan Hamdy sudah berusaha menelpon sekjen PSSI, Joko Driyono.
"Mungkin Pak Joko lagi sibuk, sehingga tidak diangkat. Tapi Saya sudah SMS beliau tentang kendala keberangkatan kami dan mohon petunjuk. Intinya meskipun tak bisa hadir, kami harus tetap menjawab surat tersebut. Kami akan kirim lewat email dan faximile. Hanya itu yang bisa kami lakukan darisini," ujarnya.
Sementara itu undangan dari PSSI ini sebenarnya sejak Senin (29/7) lalu sudah dikirimkan ke Indra Sakti Harahap. Namun hingga Selasa (30/7) siang, Fityan Hamdy mengaku belum menerima informasi apapun dari ketua umum
PSMS tersebut.
"Untung orang sekretariatan PSSI nelpon ke Saya memastikan undangan itu lagi. Saya jawab belum ada diberitahukan Indra Sakti kepada kami. Lalu Saya memberikan nomor fax alternatif dan Saya pun menerimanya Selasa siang tadi," pungkas Fityan. (
Bolahita)