PEMAIN
PSMS Medan menolak jika Indra Sakti Harahap merasionalisasi gaji mereka. Pasalnya mulai dari kompetisi hingga usai, ketua umum tersebut tidak pernah melakukan pembahasan khusus ke tim ataupun individual pemain.
Makanya membaca statement Indra di media soal pengakuan sisa gaji di putaran pertama hanya satu bulan, pemain, pelatih dan official heran. Berdasarkan kontrak, hal itu jelas merupakan sebuah kebohongan.
Padahal jelas di dalam kontrak yang ditandatangani Indra, bahwa per September 2012 awal ikatan kerja.
"Jadi kontrak itu buat apa dibuat, kalau kita tidak berdasarkan itu. Di buku panduan manual PT. Liga Indonesia jelas ada contoh kontrak. Indra sudah pasti membacanya terlebih dahulu, makanya dia mampu menandatangani. Kami bukan kuli, bekerja lalu dibayar. Semua harus sesuai kontrak yang telah dilegalkan," ujar Aun Carbiny, pemain
PSMS di putaran pertama.
Defender Ayam Kinantan ini juga mengingatkan statemen Indra Sakti saat rapat di pertengahan putaran pertama. Kala itu, Indra selalu membuat alasan, menunggu apa hasil kongres PSSI di bulan Juni.
"Kan akhirnya
PSMS PT. Liga yang diakui dan itu sesuai apa yang diharapkan Indra Sakti. Apa lagi alasannya sekarang? Toh dalam setiap rapat, dia (Indra Sakti, Red) malah bertanya ke pemain meminta solusi. Ketum aneh, kerja kami bermain bola, bukan mencari sponsor," kata Aun tersenyum. (
Bolahita)