KETUA Umum
PSMS Medan, Indra Sakti Harahap terus memaksakan keinginannya hanya membayarkan Rp100 juta kepada pemain. Padahal jika dihitung, sejak putaran pertama dan kedua, terdapat sekitar Rp2 miliar kewajibannya yang belum dibayar kepada tim (pemain, pelatih dan official, Red).
Usaha pertama yang gagal ini dilakukannya melalui Riko Simanjuntak. Lewat blackberry mesenger (BBM), striker
PSMS diminta nomor rekening pribadinya. Meskipun sempat memberikan, pemain asal Kota Siantar tersebut mengirimkan BBM kembali ke Indra Sakti bahwa nomor rekening di BRI sudah mati.
"Saya bbm kembali Indra Sakti, bahwa nomor BRI ku udah lama mati," bilang Riko Simanjuntak. Tapi Indra Sakti belum menyerah. Usaha kedua dilakukannya melalui orang-orangnya. Fendi dan Nuzul adalah dua orang yang telah menghubungi pemain siang ini.
"Saya ditelepon Fendi, orangnya Indra Sakti dan dimintai nomor rekening. Tapi Saya tidak kasih dan mengatakan agar berkomunikasi dengan pelatih," beber Hardiantono.
Sedikit berbeda dengan yang didapatkan Irwin Ramadana saat dihubungi Nuzul. Pemain akan mendapatkan Rp100 juta dan akan bertemu Jumat (2/8) mendatang. "Bagaimana dengan sisanya? Kami mau datang dan ingin bertemu langsung dengan Indra Sakti. Dia yang bertanggungjawab soal hak kami di PSMS," tegas kiper
PSMS tersebut.
Aksi gerilya yang dilakukan ketum
PSMS disadari jajaran tim. Makanya pemain, pelatih dan official tak mau terpecah dengan usaha-usaha Indra Sakti tersebut. Apalagi berhembus kabar, bahwa sudah terjadi kesepakatan PT. Liga Indonesia denganya, jika sisa dana subsidi Rp200 juta diberikan ke PSMS, maka semua kewajiban yang belum terbayarkan lunas.
"Kita terima uang yang mau diberikan Indra Sakti. Tapi harus dia (Indra Sakti, Red) yang memberikan langsung. Karena kami dengannya harus tetap membahas kembali sisanya," (
Bolahita)