Klub Amatir Harapkan Asprov PSSI Sumut Aktif

Klub Amatir Harapkan Asprov PSSI Sumut Aktif

Feb 8, 2017 - 14:12
 0
Klub Amatir Harapkan Asprov PSSI Sumut Aktif
Asprov PSSI Sumut diminta berperan aktif
MEDAN, BOLAHITA -  Klub-klub amatir yang nanti bermain di Liga 3 (Liga Nusantara, red) Sumatera Utara mulai jengah. Mereka sudah mati rasa dengan perkembangan sepak bola yang nota bene dianggap mati suri. Tanpa peran serta asosiasi PSSI di daerah, klub di nilai berjalan sendirian.

Itulah mengapa muncul anggapan kinerja perwakilan PSSI di daerah tidak maksimal menopang kemajuan sepak bola. Hal ini dinyatakan oleh klub Victory Dairi. Klub amatir yang rajin menggelar pembinaan dari usia dini hingga senior yang harus ikut tanding kesana kemari hingga bermain di luar kabupatennya.

"Di Kabupaten Dairi dan Pakpak, ada empat tim anggota PSSI yang bermain di Liga Nusantara (Liga 3, red) nanti. Yaitu Victory Dairi, Sidikalang FC, PSSD Dairi, PS Pakpak Barat. Kami sendiri harus aktif membina dengan ikut sejumlah turnamen di luar daerah. Itupun bukan gelaran pihak Askab PSSI," kata Eben Siregar, pelatih Victory Dairi. Sebagai salah satu pelaku sepak bola, dia mengharapkan agar Asprov PSSI Sumut kreatif dalam program kerja. Misalnya mulai rutin dengan pelaksanaan kompetisi intern Sumut hingga pencarian sponsor kepada klub-klub amatirnya.

"Bagi Saya, kemajuan sepak bola Sumut ini kembali lagi ke pelaku sepak bola yang berwenang di Sumut. Ya Asprov PSSI Sumut tentnya juga harus berpikir bagaimana menciptakan iklim kompetisi semi profesional. Mari dari sekarang berpikir supaya liga 3 khusus Sumut nanti berhasil dari sisi melahirkan pemain berkualitas ke liga diatasnya. Jangan kami klub-klub justru berpikir tak ikut liga nusantara karena mahalnya biaya," harap Eben Siregar.

"Di daerah lain, seperti Jawa Barat kita mendengar juga ada Pordes atau Pekan Olahraga Desa. Kemudian  di Kota Medan sendiri ada Porkot yang mempertandingan beberapa cabang olahraga, termasuk sepak bola. Tapi disini Askab PSSI sepi dari kegiatan," sambungnya.

Apalagi dengan situasi kondisi sepak bola Sumut sekarang pasca akan ditinggal Pro Duta FC yang berhomebase di Cikarang dan dijualnya Bintang Jaya Asahan. Pria yang juga berprofesi sebagai pengajar di salah satu kampus di Dairi menganggap sudah tak bisa mengandalkan PSMS lagi. "Pro Duta katanya pindah dan bintang jaya terjual. Pemain Sumut bisa main di liga 2 dan liga 1 nanti, ya yang benar-benar punya kualitas istimewa. Bagaimana dengan status pemain berpotensi, atau berbakat? PSMS sendiri tak mau menampung dan membina yang demikian. Jadi klub-klub seperti kitalah yang harus mengembangkan pemain. Tapi harus dibantu jugalah," tegas Eben Siregar.

Tidak ada kata terlambat untuk keluar dari keterpurukan. Eben Siregar bersama klub-klub lainnya sangat berharap, Asprov PSSI Sumut harus mampu membangkitkan sepakbola melalui program kerja yang bekerja sama dengan setiap Askab dan Askot. "Bagaimana jika iklim sepak bola di daerah Sumut sudah bergeliat, pasti di Kota Medan juga akan demikian," pungkasnya.

Kabupten Dairi sendiri memiliki 15 kecamatan 8 kelurahan dan 161 Desa. Selama inni euforia sepak bola disana hanya mengandalkan beberapa pihak yang menggelar turnamen. Seperti Himlas Cup, HIPPSU Sumbul, Muda mudi Pasi dan Tiga Lingga. Inilah yang membuat tidak banyaknya klub atau Sekola Sepak Bola (SSB) dan belum bisa disandingkan dengan kabupaten kota seperti Medan.

Sekadar mengingatkan di penyelenggaraan Liga Nusantara tahun 2014 Victory Dairi bergabung di wilayah IV, bersama PSSD Dairi, Perstu Taput, Humbahas FC, Putra Toba.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow