MEDAN - Pengurus Besar (PB) PON XX Papua memberikan kuota 290 orang buat Kontingen
Sumatera Utara untuk gelaran multievent empat tahunan di Papua, 2-15 Oktober mendatang.
Hal tersebut terungkap dalam rapat pleno pengurus KONI
Sumut yang dipimpin Ketua Umum John Ismadi Lubis, didampingi Waketum I Prof Dr Agung Sunarno, Waketum II Sakiruddin, Waketum Yanto Pasaribu dan Sekum Chairul Azmi, Rabu (21/4).
“Kuota Kontingen
Sumut sebanyak 290 orang. Rinciannya terdiri dari 187 atlet, 54 pelatih, 18 wasping dan 31 ofisial,†kata John Lubis yang dikutip dari waspada.id.
“Itu untuk kampus, kita sedang usahakan ada tambahan untuk non-kampus. Dan syarat untuk masuk Papua harus sudah disuntik vaksin,†ucap John Lubis.
John Lubis mengaku sudah mengikuti CdM Meeting atau pertemuan para pimpinan kontingen di Papua, 7-11 April lalu.
“Kita juga telah mendaftarkan atlet kita sebagai peserta. Tapi
Sumut kabarnya baru mendapat kuota tambahan atlet peserta dari PB Cabor, satu atlet dari cabor judo, satu dari renang dan satu lagi dari karate,†ungkapnya.
“Ternyata mereka bukan lolos PON, tetapi untuk menggantikan atlet yang tidak dikirimkan provinsi lain demi memenuhi kuota peserta. Jadi KONI
Sumut memutuskan tidak akan mengirim mereka,†tegas mantan Ketua Harian Pengprov IMI
Sumut tersebut.
Dia pun menceritakan beberapa faktor kesulitan yang nantinya potensial dialami selama pagelaran PON di Bumi Cendrawasih, terutama yang menyangkut transportasi dan akomodasi.
Untuk memudahkan Kontingen
Sumut nantinya, maka KONI telah menetapkan Sekum Chairul Azmi sebagai Koordinator Sub Merauke, Waketum I Prof Agung Sunarno sebagai Koordinator Sub Jayapura, Waketum II Sakiruddin sebagai Koordinator Sub Mimika.
“Waketum III Yanto Pasaribu sebagai Koordinator Bantuan Konsumsi, Akomodasi dan Transportasi. Saya sendiri sebagai CdM JIL dengan sekretaris Mesnan, bendahara Agung Santoso dan TP Sihombing,†tambahnya.
Selain PON XX Papua, rapat pleno KONI
Sumut juga membahas persiapan Pekan Olahraga Provinsi
Sumatera Utara (Porprovsu) tahun 2022.
“Mei 2021 harus sudah diluncurkan, supaya kabupaten/kota bisa segera menyusun dan mengajukan anggaran. Apalagi Porprovsu 2022 nanti bakal diubah formatnya,†papar John Lubis.
Menurutnya, seleksi atlet untuk mengikuti Porprovsu biasanya dibagi dalam empat wilayah dengan istilah Porwil.
“Keuntungannya biaya lebih jelas, begitu juga seleksi atletnya. Tapi nilai minusnya, KONI Kabupaten/Kota sering kesulitan membuat laporan pertanggungjawaban,†tuturnya.
“Terkadang ada juga atlet yg tampil di Porprovsu bukan yang lolos melalui Porwil. Kita pun tidak bisa menghitung jumlah pasti pesertanya,†lanjut John Lubis.
Untuk membahas sistem dan format baru itu nantinya, maka KONI
Sumut segera akan melaksanakan Rapat Koordinasi (Rakornis) selama dua hari dengan KONI Kabupaten/Kota serta Pengprov Cabor yang dipertandingkan pada Porprovsu 2022.
“Intinya supaya laporan pertanggungjawaban bisa lebih gampang dan pertandingannya lebih cepat. Konsep baru ini harus segera disampaikan ke PengprovCabor dan KONI Kabupaten/Kota,†pungkasnya.