BOLAHITA, JAKARTA - Seiring dengan berakhirnya fase grup dan mulai menjejaki babak 8 besar, Ketua Steering Committee (SC) Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait, menyampaikan laporan langsung kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi). Maruarar diterima di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/2/2018).
Seperti sama-sama diketahui, ajang Piala Presiden edisi ketiga sudah memasuki babak 8 besar. Delapan tim yaitu Persebaya Surabaya kontra
PSMS Medan, Sriwijaya FC (SFC) bentrok dengan Arema FC, Mitra Kukar adu kekuatan dengan Persija Jakarta, terakhir Madura United menantang Bali United akan tersaji, 3-4 Februari, di Stadion Manahan, Solo.
Sebelum didapatkan empat laga di babak 8 besar, berbagai evaluasi dilakukan sepanjang fase grup di lima kota seperti Bandung, Surabaya, Malang, Gianyar, dan Tenggarong berlangsung. Semua data terkait jumlah penonton yang hadir, jumlah hasil dari penjualan tiket, total pedagang asongan dan kaki lima lengkap dilaporkan terbuka di depan awak media.
Tidak hanya sampai disitu, sehari selepas drawing 8 besar Piala Presiden yang berlangsung di hotel Sultan, Jakarta, Selasa (31/1/2018), Maruarar juga langsung menghadap ke Presiden Jokowi. Ara, begitu Maruarar akrab disapa, menyerahkan semua laporan sepanjang bergulirnya fase grup kepada Presiden Jokowi.
"Tadi pagi (Kamis, 1/2/2018), saya menghadap bapak presiden. Menyampaikan semua laporan sepanjang bergulirnya fase grup Piala Presiden 2018. Bersyukur bapak presiden menerima dengan baik laporan yang disampaikan, " ungakap Maruarar.
"Bapak presiden juga menanyakan, soal bisa didatanya berbagai pedagang asongan dan kaki lima. Itu beliau sangat apresiasi kerja keras dari klub-klub tuan rumah yang sudah bekerja keras untuk mendapatkan data-data tersebut, " lanjut pria yang sudah tiga kali dipercaya sebagai Ketua SC tersebut.
Sementara itu, pendapatan klub yang berlaga di babak 8 besar juga akan bertambah. Pasalnya, pada babak perempat-final nanti, telah disepakati setiap klub yang menang akan mendapatkan Rp 150 juta, sedangkan klub yang kalah menerima Rp 100 juta. Plus setiap klub akan mendapatkan subsidi akomodasi sebesar Rp100 juta.
Tentunya, ini akan menjadi salah satu nilai lebih dari perhelatan Piala Presiden. Di mana ajang ini, bisa dibilang sebagai turnamen pramusim terbesar di Indonesia sejak pertama kali digelar pada 2015 lalu.