BOLAHITA, MEDAN - Tak bisa dipungkiri hanya dengan mengandalkan program latihan mandiri tidak akan membuat kekuatan tim solid.
Program latihan mandiri yang dilakukan pemain
PSMS Medan selama libur PPKM level 4 ini hanya semata untuk menjaga kebugaran dan kesehatan saja.
Hal itu diakui oleh Ridwan Saragih, asisten pelatih
PSMS Medan. Pundemikian, situasi yang demikian harus tetap dimaklumi. Karena hampir semua klub sudah meliburkan skuatnya. Akibat dampak PPKM dan belum jelasnya kompetisi.
"Sejauh ini komunikasi kita tim pelatih masih tetap terjalin dgn baik dengan pemain," ujar Ridwan Saragih kepada
Bolahita.
"Dan latihan mandiri tetap rutin dilakukan semua pemain. Tapi tetap saja pastinya kurang maksimal," ucapnya. Kurang maksimal tentunya bukan tanpa alasan. Menurut Ridwan Saragih dalam tim sepak bola adalah membangun kerjasama dan konektifitas tim.
Dengan hanya mengandalkan latihan mandiri saja, dua hal diatas tentu tidak akan didapatkan.
"Kendalanya dalam situasi sekarang ini dengan hanya latihan mandiri tentu dalam sepak bola adalah kerja sama tim dan kolektifitas. Itu yang tidak didapatkan. Sementara dengan latihan mandiri hanya jaga kebugaran dan jaga kesehatan saja," pungkasnya.
Sementara itu, pasca terpapar positif Covid-19 sejak Senin (26/7/2021) lalu,
manajer
PSMS Medan Mulyadi Simatupang masih dalam proses isolasi mandiri.
"Ini sudah jalan empat hari melakukan isolasi mandiri. Mohon didoakan agar Saya segera sembuh dan beraktivitas kembali," tulisnya melalui pesan whatsapp kepada
Bolahita.
Selain menjadi manajer PSMS, Mulyadi Simatupang juga tengah menjabat Pj Bupati Labuhanbatu.