BOLAHITA, MEDAN - Kapten
PSMS Medan, Legimin Rahardjo menyambut babak delapan besar Piala Presiden ibarat final. Sistem knock out membuat tim berjuluk Ayam Kinantan ini tak boleh mengulangi kesalahan.
Pengalaman pahit di akhir fase grup A saat dikalahkan Sriwijaya FC menjadi pengalamam penting. Sehingga
PSMS Medan baru menerima kepastian dari hasil pertandingan di grup lain.
"Babak delapan besar ini ibarat final, karena memakai sistem knock out. Tidak boleh lengah sedikit pun, karena itu akan membuat kita gagal," kata Legimin Rahardjo.
"Kita harus bermain lebih dari fae grup dan kami pikir ketujuh klub lainnya akan melakukan hal sama. Jadi setiap pertandingan dimulai darisini ibarat final," ucap Legimin Rahardjo.
Optimisme tetap dikumandangkan Gimin - panggilan akrab Legimin Rahardjo. Apalagi pasca masuknya striker asing Kissito Wilfired Yessoh semakin menambah daya gedor
PSMS Medan.
"Seiring waktu tim ini semakin membaik. Masuknya pemain asing akan menambah percaya diri pemain lain. Kami harus tampil lebih baik lagi dari fase grup. Dari sisi semangat dan determinasi," pungkas Legimin Rahardjo.