Match Mixing di Jepara Mendekati Kebenaran

Match Mixing di Jepara Mendekati Kebenaran

Nov 28, 2013 - 08:52
 0
Match Mixing di Jepara Mendekati Kebenaran
Hinca Panjaitan mengatakan kasus pengaturan skor di babak play off grup K di Jepara mendekati kebenaran
USAI menggelar sidang Rabu lalu terkait dugaan indikasi match mixing  di babak play-off IPL Grup K di Jepara,  Ketua Komisi Disiplin (Komdis) PSSI, Hinca Panjaitan menyatakan mendekati kenyataan.

Dalam sidang tersebut, tiga orang hadir. Dua di antaranya dari Bontang FC, yaitu Camara Fode dan Dedi Siswanto, sementara satu lainnya dari PSLS Lhokseumawe, yakni Nasrul Koto.

Jika memang adalah benar, maka harapan Pro Duta bisa tampil di ISL dan menjadi wakil Indonesia ke AFC Cup tertutup. Pasalnya tim ini menjadi salah satu  yang terindikasi.

“Hari ini sejak pukul 10.00 hingga 14.00 WIB, Komdis sudah menerima dan mendapat informasi yang cukup banyak dan penting. Itu dari Nasrul Koto dan dari Bontang saya kira akan mengejutkan,” kata Hinca Panjaitan di Kantor PSSI, Rabu (27/11).

Hinca menjelaskan bahwa pihaknya juga turut menampilkan rekaman pertandingan dua tim tersebut. Perwakilan dari dua klub tersebut disebutnya terlihat menunjukkan sinyal kebenaran adanya permainan.

“Contohnya Dedi. Ia pelatih Bontang FC di laga perdana melawan PSLS, namun di pertandingan kedua, ketiga, dan keempat tidak lagi karena meminta bonus tidak dikasih. Ketika saya tanyakan ‘ingat dengan pertandingan tersebut’, ia menjawab ya. Ketika ditayakan normal atau tidak, ia menjawab normal, tapi kemudian saya suruh menyaksikan pertandingan dan kemudian ia mengakui tidak normal,” jelas Hinca.

“Yang bisa saya sampaikan, ada pihak ketiga yang terlibat di babak play-off di Jepara. Subtansinya nanti saja, yang jelas ada pihak ketiga, pihak ketiga itu dominan dan melakukan kontrol. Jadi, indikasinya semakin dekat,” jelas Hinca.

Meski demikian, Hinca masih belum mau menyimpulkan. Ia masih harus meminta penjelasan dari beberapa pihak lain, terutama pemain. Sebetulnya, pemain dari dua klub tersebut juga hadir dalam persidangan hari ini.

“Kami masih perlu memanggil pemain dan ofisial yang dianggap relevan, sekali lagi. Jika tidak datang akan ditinggal dan kami anggap tidak menggunakan hak untuk menjelaskan dan membela diri.” tegasnya.

Sementara itu kapten PSLS Lhokseumae, Hendra Syahputra mengaku bukan tidak mau menghadiri sidang Komdis PSSI tersebut. "Pertama Saya tidak diberitahukan oleh manajemen, kedua Saya tak punya uang membeli tiket pesawat. Saya akan siap memberikan kesaksian," bilangnya.

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow