PSG Ditolak Zidane, Sosok Ini Langsung Sebagai Sosok Pengganti
PSG Ditolak Zidane, Sosok Ini Langsung Sebagai Sosok Pengganti
Christophe Galtier jadi target utama PSG setelah Zinedine Zidane menolak (Foto: Reuters)
PARIS – Zinedine Zidane resmi telah menolak tawaran Paris Saint-Germain (PSG). Ini membuat manajemen langsung bergerak cepat, sehingga satu sosok pun langsung dijadikan target utama setelah ditolak.
Sosok itu bernama Christophe Galtier yang didapuk akan mengantikan Mauricio Pochettino di kursi pelatih. Les Parisiens -julukan PSG- mengalihkan bidikan kepada Galtier setelah sebelumnya Zinedine Zidane menolak mentah-mentah pinangannya.
Diketahui sebelumnya, Zinedine Zidane dikabarkan tidak tertarik untuk melatih PSG. Ia justru lebih tertarik untuk menahkodai Tim Nasional Prancis.
Di sisi lain, PSG memang tertarik menjadikan Zidane sebagai pengganti Mauricio Pochettino di kursi pelatih. Akan tetapi, kedua pihak tak kunjung mencapai kata sepakat, lantaran Zidane menolaknya.
Menurut laporan dari Football Espana (21/6/2022), PSG akan mengalihkan target utamanya itu kepada Galtier. Sebab, mereka seolah frustrasi jika terus mengincar Zidane yang tak menemukan hasil.
M11Bet, Situs Betting Online Resmi Indonesia. Pasaran Terbaik, Layanan 24/7, Resmi

“Paris Saint-Germain semakin dekat untuk menunjuk Christophe Galtier sebagai pelatih baru mereka menurut Fabrizio Romano setelah Zinedine Zidane terbukti tidak menjadi starter (menolaknya),” bunyi pernyataan Football Espana.
Perlu diketahui, Galtier yang saat ini berusia 55 tahun, telah membawa Nice finis peringkat lima di Liga Prancis musim lalu. Ia pun berpeluang mengisi kursi pelatih PSG setelah Mauricio Pochettino didepak usai 18 bulan menjalin kerja sama.
Galtier memang lahir dan besar di Marseille, Prancis. Ia memulai karier kepelatihannya bersama Saint-Etienne pada 2009 dan menghabiskan delapan musim berikutnya di Stade Geoffroy-Guichard, memimpin mereka meraih gelar Coupe de la Ligue pada 2012-2013.
Galtier kemudian bergabung dengan Lille pada 2020-2021 dan membawanya juara Liga Prancis kala itu. Pencapaian tersebut sekaligus menjadi pencapaian terbaik Galtier sebagai pelatih kemudian. Setelah itu, ia kemudian bergabung dengan Nice pada penutupan musim berikutnya.
What's Your Reaction?