MEDAN, BOLAHITA - Kecamatan
Medan Helvetia mencatat prestasi gemilang di cabang olahraga menembak pada pementasan Porkot
Medan VII 2015.
Medan Helvetia mencatat hattrick juara umum setelah untuk kembali berhasil mempertahankan gelar juara umum di tahun ini.
Medan Helvetia juga meraih juara umum di dua gelaran sebelumnya.
Hingga hari terakhir pertandingan yang berlangsung di Lapangan Tembak Perbakin Sumut,
Medan Helvetia berhasil mengumpulkan medali terbanyak dengan merebut tiga medali emas, lima perak dan empat perunggu. Dua emas disumbangkan oleh Zulfiqih di nomor Air Rifle HUnting Junior dan Sri Mala di nomor Air Rifle Hunting putri.
Di posisi kedua ditempati kecamatan
Medan Baru dua emas, satu emas dan satu perunggu. Disusul tempat ketiga
Medan Slayang dengan dua emas dan satu perunggu.
Ketua Panpel Fitra Lubis mengatakan, pada gelaran Porkot 2015 ini terdapat peningkatan jumlah atlet peserta yang angkanya melampaui peserta di tahun sebelumnya. Begitu juga dengan nomor pertandingan, dimana dipertandingkan nomor khusus tembak reaksi dan kategori kelompok junior. "Untuk perhelatan tahun ini, peserta cabang menembak mengalami peningkatan. Lebih banyak dari tahun lalu. Jumlah peserta pemula di usia pelajar juga meningkat," terang Fitra, sebelum gelaran ditutup, Jumat (9/10).
Fitra lebih lanjut menambahkan, pada tahun ini cabang menembak menambah nomor Tembak Reaksi selain nomor pertandingan binaan masing-masing Air Pistol putra putri, Air Riffle Match putra putri, dan Air Riffle Hunting putra putri. Sedangkan untuk kelompok junior dipertandingkan nomor Air Riffle Hunting putra putri.
"Pertandingan di kelompok junior digelar karena begitu besarnya minat para peserta yang masih berusia pelajar. Ini merupakan satu langkah yang baik untuk pembinaan. Kami akan terus memantau perkembangan mereka untuk dibina," terang Fitra.
Wakil Ketua Pengcab Perbakin
Medan Wilson Haryanto mengungkapkan apresiasi tingginya terhadap KONI
Medan yang konsisten menggelar Porkot. Karena dengan demikian penjaringan atlet dapat terus berjalan. "Saya berharap ke depan akan banyak lagi kompetisi yang digelar, sehingga atlet yang berlatih memiliki target yang ingin dicapai," kata Wilson.
Plt Ketua KONI
Medan, Eddy H Sibarani sebelum menutup pertandingan di cabang menembak mengatakan, Porkot adalah upaya KONI
Medan untuk menjadi salah satu jalan keluar dalam mengatasi minimnya minat atlet saat ini. hal itu, kata Eddy, sudah mulai membuahkan hasil sejak digelarnya Porkot.
"Nafas dari atlet itu adalah kompetisi. Ke depan, di samping Porkot, kita lihat peluang untuk mengelar satu even olahraga menembak. Sehingga tambah satu lagi kompetisi, dan atlet punya target dalam berlatih," papar Eddy.