BOLAHITA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi tak memiliki rencana apapun untuk membubarkan Tim Transisi. Imam menyatakan, Tim Transisi tetap harus ada untuk mengawasi dan mengevaluasi pekerjaan PSSI.
Imam sendiri memastikan bakal menaati putusan sela dari Pengadilan Tata Usaha Negara yang memenangkan PSSI. Ini berarti ia memberi izin PSSI melakukan kegiatan seperti biasa sampai sidang lanjutan di 8 Juni 2015 mendatang.
“Semua pekerjaan tetap ada dibawah pengawasan Tim Transisi sesuai instruksi dari Wakil Presiden Jusuf Kalla,” ucap Imam kepada wartawan, Selasa kemarin, 26 Mei 2015.
“Kami juga tengah mempelajari revisi SK (pembekuan PSSI). Satu perintah Wakil Presiden yang harus kami taati adalah PSSI adalah mencabut gugatan di PTUN. Ini yang kami tunggu,” dia menambahkan.
Meski banyak orang mengkritisi Tim Transisi, akan tetapi Imam punya pendapat berbeda. Bagi politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, tim yang ia bentuk saat ini harus dipertahankan melihat kondisi sepakbola tanah air yang carut marut.
“Situasinya saat ini rumit. Masyarakat kita tahu sepakbola punya banyak masalah. Tim Transisi memantau sepakbola nasional. Masih kah ada pengaturan skor? Masih kah ada pelatih dan pemain nunggak gajinya? Kami ingin prestasi. Masak kalah sama Timor Leste (rangking FIFA),” tutur Imam.