PABBSI berencana Sertifikasi Para Instruktur
PABBSI berencana Sertifikasi Para Instruktur
"Saya ingin membesarkan PABBSI dengan realistis tidak harus banyak program tapi fokus satu tujuan saja. Pemberdayaan atlet dengan akses tenaga kerja harus seimbang dan sinergi. Jadi, atlet tetap berprestasi namun bagaimana bisa memiliki penghasilan tetap tiap bulan. Karena masalahnya selama ini, bagaimana atlet bisa berprestasi sementara prekonomiannya masih minus," kata Ketua Pengprov PABBSI Sumut, H Muhammad Husni kemarin.
Husni mengatakan permasalahan atlet berbeda dengan pesepakbola. Pesepakbola bisa berprestasi di tingkat nasional ataupun internasional karena sudah terikat kontrak bermain di satu klub sepakbola dengan gaji dan bayaran yang cukup lumayan.
"Kalau pesepakbola dia sudah ada kontrak sama satu klub. Kalau bermain bagus, dia diajak masuk Timnas. Dari Timnas pun dia dapat honor lagi. Berbeda dengan cabang atletik seperti nomor angkat berat. Masalahnya, tidak ada profesi tetap bagi atlet ini. Masalah ini yang menjadi dasar utama harus kita ukur dan pelajari," ujarnya.
Husni berencana membuat unit usaha untuk mendukung operasional organisasi dan bisa menampung akses lapangan kerja bagi atlet. Unit usaha ini juga dapat menjadi pegangan bagi atlet agar tidak lagi didera masalah prekonomian.
"Jadi, kita bisa memberdayakan atlet yang ada ini menjadi instruktur. Tentunya, dia harus ikuti Training of Trainers (pelatihan untuk pelatih). Jika sudah ikut ToT itu, maka atlet bisa diberdayakan jadi instruktur fisik bagi instruktur fitness center maupun instruktur security. Jadi, nanti bisa juga kita buat sertifikasi bagi instruktur fitness center dari PABBSI. Apalagi selama ini, instruktur fisik bagi tenaga security dipegang oleh Brimob atau polisi," ungkapnya.
PABBSI juga akan kerjasama dengan Polisi atau Brimob untuk tangani tenaga security ini. Atau pun bisa juga nantinya, melalui unit usaha PABBSI membentuk perusahaan jasa tenaga penyalur security hingga bodyguard.
What's Your Reaction?