PS Kwarta Kalah dengan Penalti Menit Akhir
PS Kwarta Kalah dengan Penalti Menit Akhir
Pelatih Kwarta, Slamet Riyadi sangat kecewa dengan keputusan wasit. Hal itu membuyarkan angka yang seharusnya dibawa pulang. "Permainan kita sudah bagus. Tapi kemenangan harus ditentukan dengan kepemimpinan wasit yang buruk. Kami sangat kecewa,” ujarnya kepada wartawan.
Sementara itu, tuan rumah mengaku puas dengan kemenangan tersebut. Meskipun tak menggelar latihan rutin dan hanya diperkuat 14 pemain saja, tim besutan Khaidir justur memenangkan pertandingan. "Anak-anak berjuang dalam pertandingan kemarin, mereka tidak mau kalah dikandangnya," ujar Khaidir.
Jalannya Pertandingan :
Sebelumnya Kwarta mampu bermain apik dan mengimbangi tuan rumah. Bahkan serangan tim besutan Slamet Riyadi kerap kali membuat repot barisan pertahanan lawan. Kwarta sempat kecolongan di menit 6, lewat Irfan Yasin.Gol berawal dari umpan mendatar di kotak penalti yang gagal diantisipasi bek tim tamu. Unggul satu gol membuat Kwarta balik menekan. Namun tak ada gol hingga jeda.
Di babak kedua Kwarta bangkit. Dengan stamina yang lebih baik, Kwarta mampu menguasai ball possession. Umpan-umpan pendek khas pasukan Burung Sumatera mulai membuat tuan rumah ketar ketir. Gol yang ditunggu akhirnya tiba di menit 53. Tendangan keras Anthony dari luar kotak penalti menaklukkan Khadafi, kiper PSAP.
Ambisi mengejar kemenangan tergambar jelas dari agresifnya para pemain Kwarta. Dua pemain dengan skill individu yang mumpuni, Arifan dan legiun asing anyar, Abu Bakar Bah diturunkan. Khusus Bah ini merupakan debut perdananya. Pengesahan dari PSSI baru diterimanya beberapa jam sebelum laga.
Keasyikan menyerang, gawang Kwarta yang dikawal Vidi Panggabean kembali kecolongan. Tendangan bebas di dekat kotak penalti Kwarta ditanduk sempurna Suheri Daud di menit 75. Kwarta tak butuh waktu lama untuk mengejar. Kwarta menyamakan angka tujuh menit berselang. Orion Sembiring menanduk bola memanfaatkan umpan silang Imam Zarkasih.
Petaka menyambangi Kwarta di masa injury time. Kapten Kwarta, menahan bola dengan dadanya. Namun wasit Untung Santoso malah menunjuk titik putih dan menganggap Roni melakukan hands ball. Protes keras pun dilakukan kubu Kwarta. Wasit lantas menghadiah Roni dengan kartu merah. Eksekusi dituntaskan Reza Fandi, striker PSAP menjadi gol. Laga sempat terhenti 10 menit. Belum lagi ulah penonton yang melempari bench Kwarta. Wasit hanya memberi tambahan tiga menit. Tak ada gol tambahan untuk Kwarta.
What's Your Reaction?