MEDAN. BOLAHITA.COM - Masalah buntunya lini depan PS Kwarta masih menjadi permasalahan yang belum mampu dituntaskan. Hasilnya Burung Sumatera kembali bermain imbang tanpa gol saat menghadapi Persitara, di Stadion Teladan
Medan, Senin (24/8) sore.
Hasil ini membuat Kwarta hanya punya satu opsi, yakni menumbangkan
PSMS pada laga terakhir grup A, Kamis (27/8) mendatang.
Manajer Kwarta, Safri Musa mengaku kecewa dengan keputusan wasit yang cukup banyak merugikan timnya.
“Banyak kami dirugikan. Pemain kami harusnya tidak offside dibilang offside. Tadi handsball tapi tidak penalti. Wasit yang dikirim tim transisi tidak bermutu. Dari segi fair play wasit kurang bijak dan tidak layak. Kemungkinan besar kita bisa menghasilkan gol,” katanya.
Hasil ini membuat Kwarta saat ini mengoleksi 6 poin. Sama dengan koleksi poin Kalteng Putra. Berselisih dua angka dengan PSMS, rivalitas ketiganya akan tersaji di laga penyisihan terakhir.
“Ya kita cuma punya peluang jika mengalahkan
PSMS nanti. Gak ada cerita ini hidup mati,” kata Slamet.
Slamet mengakui masalah kemandulan dalam mencetak gol masih menjadi permasalahan yang belum mampu dipecahkan. “Ya masalahnya masih ini juga dari tiga laga. Sebenarnya ada Indra tapi cedera. Jadi kita push Lolo (panggilan Ardiansyah, Red) untuk mengacak-acak pertahanan lawan. Tapi sayang peluang bersih gagal kita maksimalkan,” tambah Slamet.
Sementara Pelatih Persitara, Samsul Bahri kecewa karena timnya gagal meraih poin penuh. “Perbedaan main siang dan malam memang membuat kita cukup keletihan karena tadi cukup panas. Di depan finishing touch belum ada. Lawan juga main bagus. Kami juga mohon maaf tadi pemain kami emosional. Biasa pemain muda,” pungkasnya.