Meskipun
PSMS lebih berpengalaman, namun anak-anak Bireueun yang mayoritas diperkuat jebolan Pekan Olahraga Daerah (PORDA) mampu memberikan perlawan. <div><br></div><div>Misi tiga poin dalam laga pertama
PSMS Medan di Divisi Utama LPIS gagal total. Menghadapi PSSB Bireuen di Stadion Cot Gapu, Rabu (24/4), Saktiawan Sinaga dkk berakhir dengan skor imbang 1-1. </div><div><br></div><div>Meskipun sempat unggul di menit ke-62 melalui Jecky Pasarela, tuan rumah akhirnya mampu menyamakan kedudukan melalui Suhemi, jelang berakhirnya pertandingan. </div><div><br></div><div>Arsitek PSMS, Edy Syahputra selepas pertandingan mengaku sedikit kecewa terlebih pada kepemimpinan wasit. Ditambah lagi, skuad
PSMS merasa dirugikan karena 4 pemainnya tidak diperbolehkan tampil karena dinyatakan belum beralih status dari amatir ke profesional.</div><div><br></div><div> "Ada masalah non teknis tadi sebelum pertandingan, empat pemain kita belum keluar izin ahli statusnya dan ini membuat kita harus bermain hati-hati karena hanya mempunyai stok tiga pemain cadangan dan plus satu penjaga gawang," beber pelatih berjanggut ini. </div><div><br></div><div>Lanjutnya, keempat pemain yang proses alih statusnya belum kelar itu adalah, Agung Prasetyo, Safri Koto, Patriz Khan, M. Antony dan Edy Sahputra, "Ada satu pemain lagi yang suratnya belum keluar, tapi memang tidak kita sertakan dalam tim ini yaitu Luis Irsandi," imbuh Edy. </div><div><br></div><div>Soal wasit, kekecewaan ada ketika wasit tidak menunjuk titik putih. Padahal jelas Saktiawan Sinaga dijatuhkankan di kotak penalti. "Tapi ya begitulah, kita bermain dikandang lawan, jadi hal yang seperti ini wajar dialami tim tamu," cetus Edy. </div><div><br></div><div>Punbegitu, Edy Syahputra cukup mengapresiasi skuadnya yang tampil luar biasa menjalankan sesuai isntruksinya. "Walau satu poin harus kita syukuri, apalagi anak-anak sudah bermain maksimal, hanya faktor non teknis yang memengaruhi penampilan tim secara keseluruhan," pungkasnya. (
Bolahita)</div>