PASCA meminta diundurkannya waktu sidang sejak dua pekan lalu, surat panggilan sidang kedua PSSI kembali diterima
PSMS Medan.
Surat bernomor 1587/UDN/873/VII-13 per tanggal 22 Juli itu meminta pemain, pelatih dan manajemen hadir pada hari Rabu (24/7) pukul 15.00 Wib di Sekretariatan PSSI.
Surat ini langsung diberikan Indra Sakti Harahap kepada Suharto AD, kemarin malam saat acara buka puasa bersama Smeck di pelataran parkir Stadion Teladan. Hampir sama dengan alasan gagalnya berangkat sidang pertama lalu, Indra Sakti Harahap tak memberikan biaya.
"Ketika diberikan surat itu, Saya langsung tanya sama Indra soal tiket kami ke Jakarta. Tapi dia malah menjawab dengan mudah tidak mampu untuk membiayai," bilang Suharto AD saat ditemui di Jasdam I / BB.
Suharto AD tak abis pikir dengan jawaban tersebut. Sebagai seorang ketua umum, persoalan ini sudah menjadi tanggungjawabnya.
"Tapi dia ketua umum
PSMS Medan. Sewajarnya jika memang klub ini bersih, dia harus bertindak. Kalau tidak sanggup, cari solusi. Dan dia harus sampaikan ke PSSI bahwa tidak sanggup, bukan kami yang tidak mau berangkat," tegasnya.
Keinginan Suharto AD dkk bisa bertemu PSSI cukup besar. Karena ini menyangkut soal pengaturan skor, kegagalan berangkat ke Bengkulu dan terpenting soal gaji yang belum dibayarkan.
"Kalau kami ditanya, sangat mau, tapi apa daya. Jika berangkat, kami akan beberkan semuanya. Enggak tau juga ya, apa ada niatnya menginginkan kami batal berangkat ," tegas Suharto. Bagaimana usaha mencari sponsor untuk keberangkatan?
Waktu dua minggu sejak dikirimkannya surat penundaan sidang, seluruh manajemen tersisa dan pelatih sudah mencoba menggalang dana.
"Sudah kami upayakan kesana kemari mencari simpatik untuk membuka kebenaran ini. Tapi memang belum dapat," beber Fityan Hamdy. Apalagi ketum sendiri sama sekali tidak bisa diajak berkomunikasi.
Tidak bisa berangkat, solusi terbaik adalah dengan menerbitkan surat pembelaan / klarifikasi terkait yang diminta PSSI dalam surat pemanggilan. Namun apakah boleh diwakilkan beberapa pemain saja, belum ada konfirmasi dari PSSI.
"Mereka memanggil kami terkait gagal berangkat ke Bengkulu dan percobaan pengaturan skor. Jadi kalau kami tak bisa berangkat, mengirimkan surat adalah solusinya. Tapi terlebih dahulu kami akan berusaha menelpon Pak Joko terkait ini. Pasalnya dalam surat yang dikirimkan itu, surat klarifikasi paling lambat tanggal 10 Juli, padahal ini sudah 23 Juli. Tapi sampai tadi sore telepon enggak diangkat," pungkasnya. (
Bolahita)