Manajemen
PSMS Medan sampai Rabu (3/4) kemarin, masih berada di Jakarta mengikuti manager meeting yang digelar PT. LPIS. <div><br></div><div>Hal itu membuat penyelesaian kontrak pemain yang sempat dijanjikan belum dapat diselesaikan. </div><div><br></div><div>"Sebelumnya kan sudah kita sebutkan bahwa penyelesaian kontrak pemain akan dilakukan seusai maneger meeting atau paling lama sebelum Kick Off Divisi Utama berlangsung," ungkap CEO
PSMS Medan, Wimvi Trihadi Irawan kepada wartawan.</div><div><br></div><div>Dirinya juga menginformasikan bahwa seluruh pemain yang sudah ditetapkan oleh pelatih per 28 Maret 2013, akan memperkuat
PSMS Medan di Divisi Utama, tanpa terkecuali. </div><div><br></div><div>Itu dibuktikan dengan telah melakukan renegosiasi nilai kontrak langsung dengan dirinya yang baru saja ditunjuk per tanggal 21 Maret 2013 sebagai CEO
PSMS Medan. </div><div><br></div><div>"Hasil renegoisasi ini disetujui oleh semua pemain sehingga semua pemain yang telah ditetapkan oleh Pelatih Kepala, masih melakukan latihan serius untuk memperkuat
PSMS Medan, untuk berlaga di Divisi Utama PT LPIS Musim 2013," ujar Wimvi.</div><div><br></div><div>Selain itu dirinya juga menyebutkan bahwa sejauh ini, pengurus
PSMS Medan telah memberikan dana awal kepada pemain yang berlatih dan lazimnya, gaji pemain dibayar setelah adanya penandatanganan kontrak.</div><div><br></div><div>Sementara Media Officer (MO)
PSMS Medan LPIS M. Zulfadli Siregar S.Sos membenarkan pihaknya telah melayangkan surat bantahan berita yang ditujukan langsung ke salah satu media terbitan
Medan tersebut, yang juga ditembuskan kepada Dewan Pers termasuk Ketua Umum
PSMS Medan, Benny Harianto Sihotang.</div><div> </div><div>Surat bernomor : 072/B/PSMS/IV/2013 poin utamanya adalah membantah keras pemberitaan dengan judul "CEO Kembali Kibuli Pemain" di halaman A11, kolom 7 dan 8 pada media tersebut. </div><div><br></div><div>"Berita tersebut kami nilai tidak berimbang dan cenderung bersifat opini, karena wartawan dengan kode m17, tidak ada konfirmasi dengan pihak kami, CEO
PSMS Medan maupun Media Officer
PSMS Medan, jadi cukup disesalkan dengan adanya pemberitaan tersebut," sebutnya.</div><div><br></div><div>Oleh karena itu, dirinya berharap media tersebut dapat berkenaan mengklarifikasi berita itu karena sangat merugikan
PSMS Medan yang bermain dalam kompetisi Divisi Utama yang diselenggarakan PT LPIS. </div><div><br></div><div>"Kami berharap semua media tetap bisa bekerja sama membangun persepakbolaan, khususnya dengan
PSMS Medan yang tahun 2013 ini Insya Allah akan berlaga di Divisi Utama PT LPIS," pungkasnya. </div><div><br></div><div>Hal ini sekaligus membantah berita salah satu harian terbitan di
Medan yang menyebutkan bahwa CEO
PSMS kibuli pemain karena menjanjikan kontrak dan gaji yang hanya omong kosong. </div><div><br></div><div>"Sampai saat ini kami di manajemen masih komit untuk kelangsungan pemain, jadi berita itu bohong besar," tambah Wimvi kembali.</div><div><br></div><div>Begitu juga perihal pemain bertahan PSMS, Novi Handriawan yang disebutkan tidak diberi fasilitas tiket hingga tak kunjung berlatih di Mess Kebun Bunga, Wimvi cukup menyesalkan hal tersebut. </div><div><br></div><div>"Novi (Handriawan) permisi untuk keperluan keluarga, dan seluruh biayanya menjadi tanggungan dia sendiri, malah yang bersangkutan telah melakukan latihan bersama pemain
PSMS Medan lainnya sejak 02 April 2013 lalu, jadi itu kan pembohongan publik namanya," tegasnya kembali. (
Bolahita)</div>