Panitia pelaksana pertandingan (panpel)
PSMS Medan LPIS melaporkan telah terjadinya pemalsuan tiket pertandingan mereka, saat menjamu Persipasi Bekasi lalu. <div><br></div><div>Laporan resmi ke pihak berwajib itu langsung dilaporkan Ketua Panpel, Sunardi A, dengan bukti laporan Polisi Nomor : LP/671/K/V/2013/SU/Polresta
Medan/Sek M Kota tertanggal 4 Mei 2013 tentang pemalsuan. </div><div><br></div><div>Kali ini motifnya menggandakan tiket dan stempel pada lembaran tiket yang diduga kuat dilakukan seorang oknum anggota panitia pelaksana (Panpel) PSMS. Tak pelak,
PSMS yang telah merugi uang hingga jutaan rupiah terpaksa melaporkan kasus tersebut ke Polsekta
Medan Kota, Sabtu (4/5).</div><div><br></div><div>Sunardi A mengatakan, terungkapnya kasus itu berawal dari ditemukannya 19 lembar tiket tribun terbuka (harga Rp20.000) dan 76 lembar tiket fans (Rp15.000), seusai pertandingan
PSMS menghadapi Persipasi Bekasi, Kamis (2/5) lalu. </div><div><br></div><div>"Tiket palsu yang kita temukan bentuknya sama namun stempelnya beda," ungkap mantan
PSMS era 80-an itu.</div><div><br></div><div>Dikatakan Sunardi A lagi, pihaknya sehari sebelum pertandingan
PSMS digelar, selain telah menstempel tiket juga memberi tanda khusus ke setiap lembaran tiket. "Dan tanda khusus itu tidak ada pada tiket palsu yang kita temukan, stempelnya juga berbeda," tambahnya lagi. </div><div><br></div><div>Indikasi penggandaan tiket dilakukan oknum anggota panpel berinisial, IH itu, cukup beralasan. Pertama, untuk urusan pencetakan tiket
PSMS adalah tugas IH sendiri. </div><div><br></div><div>Kedua, pada malam sebelum pertandingan, IH kerap bertanya dan memastikan kepada anggota panpel lainnya, stempel mana yang akan digunakan pada 5030 lembaran tiket yang dicetak panpel. </div><div><br></div><div>"Kita bukan menuduh namun arahnya seperti itu, karena cuma dirinya yang tahu dimana tiket ini dicetak. Kita juga sudah membicarakan ini tapi tidak ada itikad baik, kemarin dia (IH-red) masih mengangkat telepon selularnya. Tapi sampai kita buat laporan handphonenya tidak aktif," beber Sunardi. </div><div><br></div><div>CEO
PSMS Medan, Wimvi Tri Hadi Irawan mengaku kecewa dengan kejadian memalukan ini. Menurutnya, di saat
PSMS sedang berusaha mengumpulkan pundi-pundi uang demi membayarkan gaji pemain, malah ada orang dalam sendiri yang tega melakukan perbuatan tercoreng ini. </div><div><br></div><div>"Kasus ini harus tuntas karena yang dirugikan adalah
PSMS sendiri, sekaligus ini menjadi pembelajaran ke depannya," kata Wimvi menimpali. </div><div><br></div><div>Kasus serupa sebelumnya telah terjadi pada 2012 lalu dan hampir sama dengan melibatkan oknum Panpel pertandingan PSMS. Namun kasus tersebut berakhir damai setelah pihak
PSMS malah mencabut laporannya. IH juga merupakan anggota panpel
PSMS musim lalu. (
Bolahita)</div>